Breaking News:

Berita Nganjuk

Kejari Nganjuk Tahan Bupati Non Aktif dan 6 Tersangka Lain di Mapolres, Terkait Jual Beli Jabatan

Bupati Nganjuk non aktif, Novi Rahman Hidhayat bersama enam tersangka lain dalam kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk ditahan

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Achmad Amru Muiz
Bupati Nganjuk non aktif,Novi Rahman Hidhayat saat menuju ke mobil tahanan Kejari Nganjuk setelah proses pelimpahan selesai dari Dit Tipidkor Bareskrim Polri. 

Laporan wartawan TribunJatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Bupati Nganjuk non aktif, Novi Rahman Hidhayat bersama enam tersangka lain dalam kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk ditahan di Mapolres Nganjuk.

Ini setelah Bupati Nganjuk non aktif, Novi Rahman Hidhayat bersama enam tersangka lain dilimpahkan kasusnya oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri ke Kejaksaan Negeri Nganjuk..

Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth SH MH menjelaskan, pihaknya menitipkan sementara penahanan Bupati Nganjuk non aktif bersama enam tersangka kasus jual beli jabatan ke tahanan Polres Nganjuk. Ini setelah Rutan Nganjuk belum dapat menerima tahanan baru dikarenakan masih dalam kondisi PPKM Darurat.

"Tentunya nanti setelah Rutan Nganjuk kembali bisa menerima tahanan baru dimungkinkan penahanannya dipindahkan dari Polres Nganjuk," kata Nophy Tennophero South, Kamis (8/7/2021) malam..

Dijelaskan Nophy Tennophero, pihaknya akan segera membuat berkas dakwaan terhadap ketujuh tersangka kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk tersebut. Dengan demikian kasus tersebut bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Surabaya.

Dalam pelimpahan para tersangka tersebut, menurut Nophy Tennophero, pihaknya juga menerima pelimpahan berkas dan barang bukti dari kasus jual beli jabatan. Barang bukti tersebut berupa berbagai dokumen, uang tunai sekitar Rp 600 juta, handhpone, dan sebagainya.

"Semua barang bukti tersebut sudah diamankan di Kerjari Nganjuk untuk dibawa ke Persidangan nantinya," ucap Nophy Tennophero.

Sebeperti diketahui sebelumnya, Bupati Nganjuk non aktif, Novi Rahman Hidhayat beserta enam tersangka kasus jual beli jabatan kembali dibawa ke Kabupaten Nganjuk. Ini setelah Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipidkor) Bareskrim Polri melakukan pelimpahan tahap II atau penyerahan barang bukti dan tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan dilingkup Pemkab Nganjuk. Pelimpahan dilakukan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan, pelimpahan tahap II itu dilakukan setelah Kejaksaan Agung menyatakan berkas Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan enam tersangka lainnya telah lengkap atau P-21. Dan para tersangka langsung dibawa ke Kabupaten Nganjuk untuk diserahkan kepada JPU Kejagung di Kejari Nganjuk.

Baca juga: Lampu Kota Dipadamkan, Penghujung Hari Lumajang Gelap di Masa PPKM Darurat

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved