Breaking News:

Berita Nganjuk

Transaksi Pil Koplo Di Warung Kopi, Pekerja Swasta di Nganjuk Diamankan Polisi

Kedapatan transaksi pil koplo jenis double L di warung kopi, DR (39) warga Desa Kalianyar Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk diamankan Polisi

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar Adi Sagita
Istimewa/TribunJatim.com
Tersangka DR pengedar pil koplo di warung kopi yang diamankan Satresnarkoba Polres Nganjuk 

Laporan wartawan TribunJatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kedapatan transaksi pil koplo jenis double L di warung kopi, DR (39) warga Desa Kalianyar Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk diamankan Polisi.

Dari tangan tersangka, Polisi mengamankan 3.000 butir pil koplo, uang tunai transaksi pil koplo senilai Rp 250 ribu, handphone sebagai sarana transaksi pil koplo dan sebagainya.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka pengedar pil koplo di warung kopi Desa Kampung Baru Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk berawal dari informasi masyarakat. Informasi itupun dilakukan tindaklanjut dengan penyelidikan Satresnarkoba Polres Nganjuk.

"Hasil penyelidikan diketahui adanya aktifitas transaksi pil koplo di salah satu warung kopi di Desa Kampung Baru tersebut," kata Supriyanto, Kamis (8/7/2021).

Selanjutnya, dikatakan Supriyanto, jajaran Satresnarkoba mengamankan seorang saksi yang membawa pil koplo di warung tersebut. Saksi tersebut memberikan keterangan kalau pil koplo tersebut dibeli dari tersangka DR yang juga berada di warung tersebut. Dan saat itu juga, tersangka DR langsung diamankan dan dilakukan penggeledahan.

Baca juga: Hari Ini 7 Warga Bangkalan Wafat karena Covid-19, 72 Tertular, Bupati Ra Latif : Ayo Patuh Aturan

"Dari salah satu saku celana tersangka DR ditemukan uang tunai hasil penjualan 3.000 butir pil koplo dan handphone sebagai sarana transaksi," ucap Supriyanto.

Tersangka DR, menurut Supriyanto, tidak dapat mengelak dari tuduhan sebagai pengedar pil koplo. Dan saat itu juga tersangka DR diamankan beserta barang bukti di Mapolres Nganjuk untuk proses hukum lebih lanjut.

"Tersangka DR terancam dijerat dengan UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dan tersangka itu diancam dengan hukuman penjara hingga 15 tahun," tutur Supriyanto. (aru/Achmad Amru Muiz) 

Kumpulan berita Nganjuk terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved