Breaking News:

Berita jember

Penghasilan PKL di jember Ikutan Darurat Selama PPKM, Siang Hari Baru Dapat Pembeli Pertama

Pedangan mengeluhkan pendapatannya menurun derastis semenjak pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Sri Wahyunik
Ridwan (35) seorang penjual minuman jeruk peras yang mangkal di depan Masjid Jami' Al Baitul Amien Jember 

Reporter: Sri Wahyunik I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pedangan mengeluhkan pendapatannya menurun derastis semenjak pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Hal itu dialami Ridwan (35) seorang penjual minuman jeruk peras yang mangkal di depan Masjid Jami' Al Baitul Amien Jember.

Rombong tempat jualan Ridwan berderet dengan sejumlah rombong penjual makanan dan minuman di tempat itu.

Tidak banyak, hanya sekitar tujuh pedagang kaki lima yang berderet di kawasan tersebut. Ridwan salah satunya.

Pedagang di tempat itu berjualan mulai sekitar pukul 09.00 - 10.00 Wib. Saat ini, ketika PPKM Darurat berlangsung, mereka mengakhiri waktu berjualnya pukul 18.00 Wib.

"Sebelum jalan-jalan ditutup pukul 6 malam, kami ya sudah selesai jual. Pulang, karena jalanan ditutup," ujar Ridwan.

Ridwan mengakui, PPKM Darurat membuat kondisi jualannya juga 'darurat'.

"Penghasilan juga darurat," ujarnya sambil tersenyum.

Ketika kasus Covid sempat melandai beberapa bulan di awal tahun, dia bisa menjual sampai lebih dari 100 gelas minuman jeruk peras dalam sehari berjualan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved