Breaking News:

Berita Kediri

Tim PPKM Mikro Kelurahan Kota Kediri Dilengkapi Alat Pengukur Saturasi Oksigen 

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meminta tim PPKM Mikro di kelurahan ikut memantau perkembangan kondisi pasien isolasi mandiri di rumah agar

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Didik Mashudi
Rumah warga yang melakukan isolasi mandiri karena Covid 19 di Kota Kediri ditempeli stiker petugas. 

Laporan wartawan TribunJatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI- Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meminta tim PPKM Mikro di kelurahan ikut memantau perkembangan kondisi pasien isolasi mandiri di rumah agar mendapat pelayanan yang prima. 

Hal itu perlu dilakukan menyusul laporan adanya 5 orang pasien yang isolasi mandiri di rumahnya karena Covid 19 meninggal beberapa waktu lalu. 

Salah satu upaya itu dilakukan dengan pengadaan alat oximeter melalui Dinas Kesehatan Kota Kediri yang didistribusikan ke 3 kecamatan. 

Total terdapat 230 buah oximeter yang dialokasikan untuk 46 kelurahan di Kota Kediri, dengan jatah masing-masing 5 buah oximeter setiap  kelurahan. 

Walikota menyebutkan, ketersediaan alat pengukur saturasi oksigen di posko PPKM mikro menjadi salah satu hal yang penting. Daripada menunggu petugas puskesmas, akan lebih cepat kalau oksimeter tersedia di kelurahan. 

“Pemkot Kediri terus berupaya untuk mempercepat penanganan kasus Covid-19 termasuk juga penekanan kasus kematian di Kota Kediri. Salah satunya dengan mengetahui gejalanya lebih dini,” jelasnya, Jumat (9/7/2021).

Sementara Camat Kota Kediri Arief Cholisudin menyampaikan, alat oximeter sudah tiba di kecamatan dan segera didistribusikan ke setiap kelurahan.
 “Nantinya Tim PPKM Mikro kelurahan mulai melakukan penjadwalan kunjungan pasien isolasi mandiri di rumah untuk dicek saturasi oksigennya. Jika dibawah 90 persen, maka informasi diteruskan ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Baca juga: Ratusan Orang Tidak Memakai Masker, Langsung Tes Swab Antigen di Jember

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima menjelaskan, untuk pasien isolasi mandiri di rumah terus dipantau oleh puskesmas dan setiap pasien sudah diberi lembar pemantauan kesehatan mulai dari gejala yang muncul, frekuensi nafas, saturasi oksigen dan indikator lainnya. 
“Dari lembar pemantauan tersebut, puskesmas akan mengevaluasi dan melakukan pemeriksaan secara berkala,” jelas dr Fauzan. 

Berdasarkan lembar tersebut, apabila pasien isolasi mandiri mengalami drop dari orang tanpa gejala (OTG) menjadi gejala ringan maka akan dirujuk ke RS Kilisuci. Apabila drop ke gejala sedang dan berat akan dirujuk ke RS Rujukan Covid-19.

Selain memberikan pelayanan medis, Pemkot Kediri telah menyediakan bantuan sosial senilai Rp 500.000 berupa bahan pokok dan masker serta lauk pauk dan vitamin yang disediakan melalui Sinergi untuk Jaring Pengaman Sosial (Si Jamal) kepada pasien isolasi mandiri.(didik mashudi)
 

Kumpulan berita Kediri terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved