Breaking News:

Berita Kediri

Kasus Covid Melonjak, Pemkot Kediri Rekrut Relawan Pemulasaraan Jenazah dan Sopir Ambulans

Pemkot Kediri bakal  merekrut  relawan sopir mobil ambulans dan tenaga pemulasaraan jenasah Covid 19. Upaya ini dilakukan menyusul terjadinya lonjakan

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Didik Mashudi
Pemkot Kediri bakal merekrut relawan sopir ambulans dan tenaga pemulasaraan jenasah menyusul melonjak kasus Covid 19 di Kota Kediri. 

Laporan wartawan TribunJatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemkot Kediri bakal  merekrut  relawan sopir mobil ambulans dan tenaga pemulasaraan jenasah Covid-19. Upaya ini dilakukan menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Kota Kediri.

Sementara kekurangan mobil ambulans untuk pasien Covid 19 telah berdatangan bantuan ambulans dari berbagai lembaga sosial Kota Kediri

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar menjelaskan, bantuan ambulans datang dari sedekah rombongan, BMH, Wali Barokah dan IEA.

“Terima kasih banyak untuk lembaga yang telah membantu Pemkot Kediri berupa armada ambulans. Sangat bermanfaat sekali dikondisi ini. Semoga ini dapat mempercepat penanganan Covid-19 di Kota Kediri,” ujar Abdullah Abu Bakar, Sabtu (10/7/2021).

Walikota juga menjelaskan, manajemen RSUD Gambiran bakal menambah jumlah tenaga relawan sopir ambulans. Langkah ini dilakukan setelah evaluasi mobilitas ambulans yang tinggi. 

Direktur RSUD Gambiran dr Fauzan Adima menjelaskan, saat ini telah tersedia 10 orang tenaga sopir ambulans. Rencananya, akan ada penambahan 5 orang tenaga relawan sopir ambulans. 

“Akan segera kami realisasikan, mengingat tugas sopir ambulans ini kian berat,” ujarnya.

Nantinya sopir ambulans akan ditugaskan melakukan penjemputan pasien, antar rujuk pasien, pengiriman jenasah dan pengambilan jenasah dari rumah. Semua sopir ini akan standby di RSUD Gambiran. 

Pemkot Kediri juga merekrut relawan pemulasaraan jenasah dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena terjadi kenaikan kasus kematian di RSUD Gambiran, sehingga ada peningkatan waktu antrean pemulasaraan jenasah.

“Di waktu normal antrean pemulasaraan maksimal 3 jam. Sekarang sudah mencapai 6-10 jam. Hal ini tentu perlu segera diatasi agar tidak menimbulkan komplain dari keluarga pasien dan almarhum,” ujar Sekretaris Daerah Kota Kediri, Bagus Alit. 

Selain relawan dari ASN, masyarakat umum warga Kota Kediri juga dapat ikut serta mendaftar melalui Call Center 08113787119, atau telpon di (0354) 2894000. 

Nantinya, para relawan akan dilatih pemulasaraan jenazah sesuai protokol Covid -19, serta bertugas di RSUD Gambiran selama dibutuhkan di masa pandemi. 
Data Dinas Kesehatan Kota Kediri, saat ini angka bed occupancy rate (BOR) di Kota Kediri mencapai 82 persen.

Baca juga: Lumajang Gempar, Asyik Selingkuh di Hotel, Oknum ASN Digerebek Suami dan Direkam, Videonya Viral

Dengan adanya PPKM Darurat ini diharapkan warga dapat mengurangi mobilitas di luar rumah, sehingga dapat membantu tenaga kesehatan untuk menekan BOR dan kasus Covid-19  di Kota Kediri.(didik mashudi)

Kumpulan berita Kediri terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved