Breaking News:

Berita Malang

Korban Ledakan Petasan di Malang Sempat Minta Izin, Ketua RT: Mereka Buat Secara Diam-diam

Sebelum membuat petasan di musala, kelima korban sempat meminta izin ke ketua RT setempat. Hal itu dibenarkan langsung oleh Ketua RT 6 RW 2, Kel. Wono

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim/kukuh
Kondisi bagian dalam Musala Al Ikhlas, yang terletak di Jalan Kalisari, RT 6 RW 2, Kel. Wonokoyo, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (10/7/2021). 

Reporter: Kukuh Kurniawan I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebelum membuat petasan di musala, kelima korban sempat meminta izin ke ketua RT setempat.

Hal itu dibenarkan langsung oleh Ketua RT 6 RW 2, Kel. Wonokoyo, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Junaedi (49).

"Iya memang benar, sebelum kejadian ledakan petasan itu terjadi, mereka minta izin ke saya untuk membuat petasan. Kalau enggak salah, sebulan yang lalu mereka datang dan minta izinnya itu. Namun, saya tidak memberikan izin karena berbahaya, selain itu kondisinya masih dalam pandemi Covid 19," ujarnya kepada TribunJatim.com, Sabtu (10/7/2021).

Dirinya menduga, mereka sengaja membuat petasan di musala. Agar tidak dicurigai oleh warga sekitar.

"Mereka membuat petasan secara diam-diam, apalagi kan membuat petasannya saat malam hari. Disaat kondisi sepi dan semua orang sudah tertidur," pungkasnya.

Baca juga: Buat Petasan di Musala, Satu Orang di Malang Tewas, Simak Pengakuan Saksi

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ledakan petasan terjadi pada Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 22.30 WIB, di Musala Al Ikhlas, yang terletak di Jalan Kalisari, RT 6 RW 2, Kel. Wonokoyo, Kec. Kedungkandang, Kota Malang.

Akibat kejadian itu, empat orang mengalami luka bakar di bagian wajah dan kaki.

Sedangkan satu orang meninggal dunia di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), karena mengalami luka parah di bagian kaki.

Empat korban yang mengalami luka bakar itu adalah Hasan Bisri, Nurrochim, Agus, dan Isnandar. Semuanya, berusia antara 30-35 tahun.

Sedangkan, korban yang meninggal dunia bernama Ahmad Fitri berusia 27 tahun. Dan seluruh korban ledakan petasan tersebut, merupakan warga RT 6 RW 2, Kel. Wonokoyo, Kec. Kedungkandang, Kota Malang.

Diduga, ledakan itu terjadi dari bubuk petasan yang tidak sengaja meledak karena mengalami gesekan.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved