Breaking News:

Berita Malang

Ledakan Petasan Terjadi Di Musala, Ini Alasan Korban Membuat Petasan

Sebuah ledakan petasan terjadi pada Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 22.30 WIB, di Musala Al Ikhlas, yang terletak di Jalan Kalisari, RT 6 RW 2

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar Adi Sagita
tribunjatim/kukuh
Kondisi bagian dalam Musala Al Ikhlas, yang terletak di Jalan Kalisari, RT 6 RW 2, Kel. Wonokoyo, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (10/7/2021). 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebuah ledakan petasan terjadi pada Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 22.30 WIB, di Musala Al Ikhlas, yang terletak di Jalan Kalisari, RT 6 RW 2, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Akibat kejadian tersebut, empat orang mengalami luka bakar di bagian wajah dan kaki. Sedangkan satu orang meninggal dunia di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), karena mengalami luka parah di bagian kaki.

Empat korban yang mengalami luka bakar itu adalah Hasan Bisri, Nurrochim, Agus, dan Isnandar. Semuanya, berusia antara 30-35 tahun.

Sedangkan, korban yang meninggal dunia bernama Ahmad Fitri berusia 27 tahun. Dan seluruh korban ledakan petasan tersebut, merupakan warga RT 6 RW 2, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Ketua RT 6 RW 2, Kel. Wonokoyo, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Junaedi (49) mengungkapkan, alasan para korban untuk membuat petasan tersebut.

"Mereka membuat petasan, untuk dinyalakan saat Idul Adha. Tujuh tahun yang lalu, mereka pernah bikin petasan. Setelah itu, mereka tidak pernah membuat petasan sama sekali," ujarnya kepada TribunJatim.com, Sabtu (10/7/2021).

Baca juga: Buat Petasan di Musala, Satu Orang di Malang Tewas, Simak Pengakuan Saksi

Lalu di tahun 2021 ini, para korban memiliki keinginan kuat untuk membuat petasan. Mereka juga membuat petasan secara diam diam, agar tidak diketahui oleh warga sekitar.

"Mereka lihat di Ngebruk, (Desa Ngebruk, Kab. Malang) ada hal itu (Hari Raya Idul Adha dirayakan dengan petasan). Akhirnya, mereka membuat petasan," jelasnya.

Sementara itu dari informasi yang didapat TribunJatim.com, kasus ledakan petasan itu telah ditangani oleh Satreskrim Polresta Malang Kota.

"Sudah diserahkan ke Polresta Malang Kota, untuk dilakukan penyelidikan," ungkap salah satu anggota Polsek Kedungkandang yang enggan disebutkan namanya.

TribunJatim.com kemudian mengkonfirmasi kejadian itu ke Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo melalui sambungan telepon. Namun hingga sekarang, tidak ada respon sama sekali.

Sementara itu, dari pantauan TribunJatim.com di lokasi kejadian pada Sabtu (10/7/2021) siang. Nampak, musala tersebut masih dipasangi garis polisi.

Terlihat, kondisi musala rusak parah di bagian dalam. Sedangkan, seluruh kaca musala pecah berantakan. Tidak hanya itu, beberapa plafon eternit di bagian samping musala juga lepas.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved