Breaking News:

Perum Jasa Tirta I Ambil Contoh Air di Waduk Selorejo Malang Pasca Kejadian Ikan Mabuk dan Mati

Perum Jasa Tirta I mengambil contoh air di Waduk Selorejo Malang setelah kejadian ikan mabuk dan mati, yang viral di media sosial.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Direktur Utama Perum Jasa Tirta Raymond Valiant menjelaskan tim dari Perum Jasa Tirta I telah melakukan pengambilan contoh air di Waduk Selorejo Malang, Jumat (9/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Tim dari Perum Jasa Tirta I telah melakukan pengambilan contoh air di Waduk Selorejo Malang, Jumat (9/7/2021).

Contoh air diambil pada lima titik di sekitar lokasi, di mana masyarakat melaporkan adanya ikan mabuk dan mati.

Lima titik tersebut adalah di hulu Sungai Kwayangan, lokasi di dekat dan di dalam keramba ikan yang ada di waduk. Serta dua titik di muara Sungai Konto sebelum memasuki waduk.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta, Raymond Valiant menjelaskan, contoh air dari waduk akan diolah di laboratorium lingkungan yang dikelola Perum Jasa Tirta I.

Namun dari pemeriksaan sesaat di lokasi diketahui ada dua titik di mana kandungan oksigen terlarut dalam air lebih kecil dari seharusnya sesuai standar.

“Rendahnya oksigen terlarut di hulu Sungai Kwayangan (0,89 mg/liter) dan di dekat area karamba (0,97 mg/liter) diduga menjadi sebab ikan mabuk dan akhirnya mati,” ujar Raymond dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/7/2021).

Penurunan kadar oksigen ini diduga kuat berhubungan antara beban limbah yang masuk dan tak dapat dimurnikan oleh air setempat waduk. Pasalnya, oksigen yang ada di dalam air dikonsumsi oleh gulma eceng gondok (eichornia crassipes).

Tanaman di lokasi kematian ikan kebanyakan kayu apu (pistia stratiotes).

“Pertumbuhan eceng gondok yang semakin pesat ini salah satu dampak lingkungan dari masuknya limbah pertanian dan peternakan ke waduk. Sebagaimana kita ketahui Bendungan Selorejo menerima air dari kawasan pertanian dan padat usaha peternakan sapi,” papar Raymond.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved