Breaking News:

Berita Surabaya

Eri Cahyadi Keluarkan Aturan Pelaksanaan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Kurban saat PPKM Darurat

Pemkot Surabaya sudah mengeluarkan tata aturan dalam Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli 2021.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Januar
surya/Bobby
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi 

Laporan wartawan TribunJatim Network, Nuraini Faiq 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya sudah mengeluarkan tata aturan dalam Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli 2021. 

Salat Idul Adha di masjid atau tempat lain yang difungsikan salat Hari raya ini ditiadakan. Begitu juga takbir keliling

"Salat Idul Adha di masjid atau musala yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan atau tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah ditiadakan. Salat ini bisa dilakukan di rumah masing-masing sesuai rukun sahnya salat Idul Adha," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (12/8/2021).

Selain meniadakan salat Idul Adha, tata laksana penyembelihan hewan Kurban juga diatur. Sebagaimana Surat Edaran Wali Kota Surat bernomor 443/8023/436.8.4/2021 tertabggal 9 Juli 2021, penyembelihan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH).

Tiga hari masa penyembelihan, pemotongan dan pembagian hewan diatur yaitu 4 sampai 5 jam (antara jam 07.00-12.00). Jika tidak dilakukan di RPH, prokes harus ketat dengan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing) dan kebersihan petugas dan alat.

SE terkait PPKM Darurat itu dilandasi oleh peraturan pemerintah pusat. SE wali kota itu sudah disebarkan kepada pengurus masjid atau panitia pelaksanaan kegiatan Idul Adha se-Surabaya, RT/RW/LPMK, Pimpinan Organisasi Keagaman se-Surabaya, dan juga Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Surabaya, serta camat dan lurah se Surabaya.

Aturan tata laksana Idul Adha di Surabaya itu didasarkan pada Instruksi Mendagri 18/2021, SE Menteri Agama 17/2021, SE Gubernur Jatim nomor 451/14901/012.1/2021.

Berdasarkan ketentuan tersebut, ada beberapa poin yang disampaikan Wali Kota Eri dalam SE tersebut. Pertama, peniadaan sementara peribadatan di tempat ibadah. 

Menurutnya, selama pemberlakuan PPKM Darurat, peribadatan di tempat ibadat (masjid, mushalla, gereja, pura, wihara, dan klenteng, serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadat) yang dikelola masyarakat, pemerintah, maupun perusahaan ditiadakan sementara dan kegiatan peribadatan dilakukan di rumah masing-masing.

Baca juga: Kapolres Kediri Kota Bagikan Bantuan Paket Sembako pada Warga Terdampak Pandemi Covid-19

“Kumandang adzan, bunyi lonceng/bel gereja, trishannya, dan tanda lain sebagai tanda masuknya waktu ibadah, tetap dapat dikumandangkan atau dibunyikan. Selama masa pemberlakuan PPKM Darurat, tempat ibadat harus tetap terjaga kebersihannya dan kesuciannya,” tegas Wali Kota Eri dalam SE tertulisnya.

Kedua, malam takbiran dan shalat Hari Raya Idul Adha. Penyelenggaraan malam takbiran di masjid/musala dapat dilakukan dengan audio visual dan tidak mengundang jamaah. Takbir keliling, baik dengan arak-arakan berjalan kaki, arak-arakan kendaraan atau dengan yang lain ditiadakan. (Faiq) 

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved