Breaking News:

Komisi C DPRD Surabaya Dorong Pemprov Proaktif Penanganan Jenazah Covid-19

Wakil ketua komisi C DPRD Surabaya, Aning Rachmawati, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur, proaktif, dalam penanganan jenazah Covid 19 Non Suraba

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Polsek Sukolilo bagikan 200 sak sembako untuk warga sekitar Makam Keputih, Senin (13/4/2020).  

Laporan Wartawan TribunJatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil ketua komisi C DPRD Surabaya, Aning Rachmawati, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur, proaktif, dalam penanganan jenazah Covid-19 Non Surabaya.

Berdasarkan data yang ia himpun, saat ini setiap hari pemakaman keputih bisa mencapai 145 sampai dengan 150. Politisi Partai PKS itu menambahkan, dengan segala kemampuan sumber daya manusia yang ada, Pemerintah Kota melalui DKRTH berupaya memberikan pelayanan yang maksimal.

"Jumlah jenazah yang masuk ini menyisakan tanah seluas 5 Ha di Keputih. Sementara di Babat Jerawat semakin terbatas, tersisa hanya 700 untuk lubang jenazah. Dari kondisi lokasi makam tersebut, ternyata masih saja ada warga luar Surabaya yang minta dimakamkan di Surabaya," tuturnya, Minggu (11/7/2021).

Proses pemakaman Warga Non Surabaya ini, lanjut Aning, harusnya menjadi tanggung jawab Gugus Tugas Provinsi. Karena secara lahan dan SDM harusnya juga tersedia. Kendati dari sisi kemanusiaan tentunya akan sulit menolak, namun sarana prasarana yang dimiliki Surabaya saat ini diluar kapasitas.

"Sehingga perlu kerjasama yang baik dari Satgas Covid provinsi untuk pemakaman warga non Surabaya. Diharapkan sejak sekarang mulai mempersiapkan area pemakaman yang baru yaitu di area Warugunung," terang Sekretaris Fraksi PKS tersebu kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Jenazah CEO Suara Surabaya Errol Jonathan akan Disemayamkan di TPU Keputih

Masih kata Aning, Lahan aset pemkot ini memang sudah disediakan untuk area pemakaman. Hanya saja, belum dilakukan persiapan secara detail. Baik itu akses jalan, penerangan maupun pavingnisasi. Jika dilihat semakin kecilnya area pemakaman di Babat Jerawat, ditambah melonjaknya pasien covid 19, diharapkan persiapan secara dini perlu dilakukan.

"Meskipun tidak untuk makam covid, Surabaya membutuhkan area pemakaman yang memadai dengan kondisi saat ini," tandasnya.

Berita tentang keputih

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved