Breaking News:

Berita Surabaya

Peduli Hewan, Mahasiswi Surabaya Ciptakan Produk Fashion Pengganti Kulit Ular

Permasalahan etika dalam fashion yaitu Animal Cruelty yang merupakan bentuk perilaku kejahatan terhadap hewan secara sengaja perlu mendapatkan

Penulis: Zainal Arif | Editor: Januar Adi Sagita
Istimewa/TribunJatim.com
: (Attila Bag) tas model shoulder bag yang dilengkapi dengan adjustable strap sehingga bisa digunakan dengan model sling bag 

Laporan wartawan TribunJatim Network, Zainal Arif

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Permasalahan etika dalam fashion yaitu Animal Cruelty yang merupakan bentuk perilaku kejahatan terhadap hewan secara sengaja perlu mendapatkan perhatian.

Dimana banyak hewan yang dikuliti dalam kondisi hidup-hidup dengan tujuan mendapatkan kualitas kulit yang bagus untuk digunakan sebagai material bahan fashion.

Salah satu contoh hewan yang kulitnya digemari dalam fashion adalah ular dikarenakan eksotis dan dapat memberikan kesan mahal ketika dikenakan.

Mensiasati hal tersebut, Mahasiswi Fashion Product Design And Business Universitas Ciputra Surabaya, Patricia Juwono menggunakan bahan-bahan material sebagai pengganti kulit ular saat membuat produk fashionnya.

Dalam hal ini, Patricia menggunakan bahan kulit sintetis yang dianyam dan di painting untuk menciptakan tekstur sisik dan gradasi warna seperti kulit ular asli.

Dengan bahan-bahan material itu Patricia dapat membuat berbagai macam produk fashion seperti tas, sabuk, jaket, rok, dan lain-lain.

"Dari bahan-bahan material ini, saya dapat menciptakan sebuah koleksi produk dengan nama Vel Postea yang memiliki arti alternative substitution dari brand Outré yang terdiri dari 5 produk fashion yaitu 3 tas, 1 look jaket dan rok, serta sebuah sabuk," ujar Patricia kepada SURYA.co.id, Minggu (11/7/2021).

Dalam proses pembuatannya, Patricia membutuhkan waktu 10 sampai 20 hari untuk membuat satu produk ini.

Baca juga: Polisi Berkeliling Bagi-bagikan Paket Sembako untuk Tukang Becak hingga PKL di Sidoarjo

"Kalau tas dan sabuk itu sekitar 10-14 hari buatnya. Sedangkan jaket sama rok itu sekitar 20 harian. Soalnya anyamannya banyak, jadi tergantung banyaknya anyamannya gitu kalau lama tidaknya waktu pembuatan," terang perempuan yang hobi nonton film ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved