Breaking News:

Berita Malang

Penyembelihan Hewan Qurban di Luar RPH-R Harus Penuhi Prokes Covid-19

Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Januar Adi Sagita
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Ilustrasi hewan kurban 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di  Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Juga ada SE nomor 16 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/ 2021 M. di Luar Wilayah PPKM Darurat. Kasi Bimas Islam, Kemenag Kota Malang,  Moh Rosyad menyatakan Kota Malang termasuk wilayah dalam Level 4 (empat) PPKM Darurat. Maka acuannya pada SE nomer 17 tahun 2021.

Dalam rilisnya, Minggu (11/7/2021), penyembelihan hewan kurban harus dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam. Termasuk kriteria hewan yang disembelih. Untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanan qurban, maka penyembelihan hewan qurban dilaksanakan pada  11, 12 dan 13 Dzulhijah di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R). 

"Mengingat keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R, maka pemotongan hewan qurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan penerapan prokes Covid-19 yang ketat, serta melarang kehadiran pihak-pihak selain petugas pemotongan hewan qurban," kata dia. Untuk itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Perusahaan Umum Daerah Tugu Aneka Usaha (Perumda Tunas) Kota Malang.

Yaitu dalam pelaksanaan penyembelihan hewan qurban ini. Sedang tarif bea potong dan biaya pemrosesan hewan qurban, Perumda Tugu Aneka Usaha Kota Malang telah menerbitkan Peraturan Direktur Nomor 3 Tahun 2021. "Namun di masa PPKM Darurat ini, saya berharap ada kebijakan keringanan biaya," jelasnya.

Dewan Pengawas Perumda Tunas yang juga Direktur RPH Elfiatur Roikah menjelaskan bahwa pihaknya sejak tahun lalu memberikan layanan penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Gadang dan Cemorokandang. Layanan yang disediakan meliputi penyediaan hewan kurban, baik sapi maupun kambing, pemotongan dan pengulitan, belah karkas dan butchering, penimbangan dan pengemasan serta pengantaran. 

Baca juga: Persidangan Kasus Jual Beli Jabatan Pemkab Nganjuk yang Bakal Digelar Virtual Jadi Perhatian Aktifis

“Dengan layanan ini, pihak yang berkurban atau shohibul qurban ataupun panitia kurban dapat memilih apakah hanya memotongkan hewan kurban atau terima bersih”, jelas Elfi. Jika terima bersih berarti mulai pemotongan, pengulitan, hingga pengemasan per kilonya dilakukan di RPH. Ditempat ini, hewan kurban diproses sesuai syariah dan standard Kesehatan di bawah pengawasan dokter hewan. Sylvianita Widyawati

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved