Breaking News:

Berita Nganjuk

Persidangan Kasus Jual Beli Jabatan Pemkab Nganjuk yang Bakal Digelar Virtual Jadi Perhatian Aktifis

Bakal digelarnya sidang kasus jual beli jabatan dengan tersangka Bupati Nganjuk non aktif dan enam tersangka lain di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Achmad Amru Muiz
Bupati Nganjuk non aktif,Novi Rahman Hidhayat saat menuju ke mobil tahanan Kejari Nganjuk setelah proses pelimpahan selesai dari Dit Tipidkor Bareskrim Polri. 

Laporan wartawan TribunJatim Network Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Bakal digelarnya sidang kasus jual beli jabatan dengan tersangka Bupati Nganjuk non aktif dan enam tersangka lain di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) secara virtual menjadi perhatian aktifis Masyarakat Peduli Anti Korupsi (MAPAK) Nganjuk.

Ini setelah sidang secara virtual tersebut menjadikan para tersangka tidak harus hadir di Pengadilan Tipikor di Surabaya, melainkan cukup berada di tahanan di wilayah Nganjuk.

Ketua MAPAK Kabupaten Nganjuk, Supriyono mengatakan, pihaknya cukup memahami dan mengerti digelarnya persidangan bakal digelar secara virtual dalam kasus jual beli jabatan di Pemkab Nganjuk.

Dimana hal itu sebagai langkah kegiatan persidangan Tipikor ditengah Pandemi Covid-19.

"Kami kira teknis persidangan secara virtual ditengah Pandemi Covid-19 tidak ada persoalan demi mematuhi Prorokol Kesehatan pencegahan penyebaran virus corona," kata Supriyono, Minggu (11/7/2021).

Meski demikian, dikatakan Supriyono, pihaknya bersama aktifitas anti korupsi di Kabupaten Nganjuk akan ikut memantau dan mengikuti persidangan tersebut.

Hal itu untuk memastikan persidangan kasus jual beli jabatan di lingkup Pemkab Nganjuk tersebut berjalan seperti yang diharapkan.

Baca juga: RSUD dr Soetomo Bakal Berdayakan Dokter Muda Fresh Graduate, Maksimalkan Layanan di Ruang Tambahan

"Artinya, jangan sampai dalam persidangan tipikor tersebut ada hal-hal yang tidak diungkapkan. Karena kami menduga kasus tersebut masih bisa berkembang," ucap Supriyono.

Memang, diakui Supriyono, terbongkarnya kasus korupsi jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Bareskrim Polri cukup diapresiasi. Ini dikarenakan kasus tersebut seolah sudah menjadi kebiasaan bagi seseorang yang menginginkan jabatan bisa dilakukan dengan uang.

Apalagi, tambah Supriyono, kasus tersebut mengulang dari kasus sebelumnya yang juga terjadi di Pemkab Nganjuk dengan tersangka Bupati Nganjuk sebelumnya.

"Makanya, kami apresiasi tinggi terhadap KPK dan Bareskrim Polri yang telah mengungkap Praktek jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk tersebut dengan tersangka Bupati Nganjuk non aktir Novi Rahman Hidhaya bersama enam tersangka lain tersebut," tutur Supriyono. (aru/Achmad Amru Muiz)

Kumpulan berita Nganjuk terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved