Breaking News:

Berita Malang

Polresta Malang Kota Bantu Penyelidikan Kejadian Petasan Meledak Di Kedungkandang

Satreskrim Polresta Malang Kota bantu penyelidikan kejadian petasan meledak yang terjadi di wilayah Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim/kukuh
Kondisi bagian dalam Musala Al Ikhlas, yang terletak di Jalan Kalisari, RT 6 RW 2, Kel. Wonokoyo, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (10/7/2021). 

Reporter : Kukuh Kurniawan I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Satreskrim Polresta Malang Kota bantu penyelidikan kejadian petasan meledak yang terjadi di wilayah Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Hal itu dilakukan, untuk mencari titik terang. Apakah ditemukan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan, kasus kejadian petasan meledak itu tetap ditangani oleh Polsek Kedungkandang.

"Penanganan tetap dari Polsek Kedungkandang. Tetapi kita back up, itu saja," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (11/7/2021).

Ia menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam atas kejadian tersebut. Sehingga pihaknya belum bisa memberikan keterangan, apakah ditemukan adanya unsur pidana dalam kejadian tersebut.

"Ini masih belum, karena dalam lidik. Selain itu, para saksi kondisinya masih luka-luka dan sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit. Bila kondisinya sudah memungkinkan, para saksi akan kami panggil untuk dimintai keterangan," tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ledakan petasan terjadi pada Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 22.30 WIB, di Musala Al Ikhlas, yang terletak di Jalan Kalisari, RT 6 RW 2, Kel. Wonokoyo, Kec. Kedungkandang, Kota Malang.

Akibat kejadian itu, empat orang mengalami luka bakar di bagian wajah dan kaki. Sedangkan satu orang meninggal dunia di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), karena mengalami luka parah di bagian kaki.

Empat korban yang mengalami luka bakar itu adalah Hasan Bisri, Nurrochim, Agus, dan Isnandar. Semuanya, berusia antara 30-35 tahun.

Sedangkan, korban yang meninggal dunia bernama Ahmad Fitri berusia 27 tahun. Dan seluruh korban ledakan petasan tersebut, merupakan warga RT 6 RW 2, Kel. Wonokoyo, Kec. Kedungkandang, Kota Malang.

Diketahui, kelima korban tersebut sedang membuat petasan di dalam musala. Rencananya, petasan itu akan dinyalakan saat Hari Raya Idul Adha.

Diduga, ledakan itu terjadi dari bubuk petasan yang tidak sengaja meledak karena mengalami gesekan.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved