Breaking News:

Berita Malang

BOR Tinggi, 8 Persen Dana Desa di Kabupaten Malang akan Dialokasikan untuk Safe House Covid-19

Sedang dibutuhkan saat ini. 8 persen dari total Dana Desa (DD) di Kabupaten Malang akan dialokasikan untuk safe house Covid-19.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Erwin Wicaksono
ILUSTRASI - Penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - 8 persen dari total Dana Desa (DD) di Kabupaten Malang akan dialokasikan untuk safe house Covid-19 di setiap Kecamatan.

Safe house nantinya akan berguna bagi isolasi pasien virus Corona ( Covid-19 ).

"Total DD sebesar Rp 388,3 Miliar. Jika 8 persen itu minimalnya setelah kami hitung sekitar Rp 31,3 Miliar. Dana tersebut akan digunakan baik untuk pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukungan. Sebelumnya kan setiap desa juga diwajibkan untuk memiliki tempat isolasi sendiri-sendiri. Jadi kebutuhannya juga sudah dipenuhi dari desa masing-masing. Baik lokasinya, tempat tidur, logistik maupun vitamin," terang Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Suwadji ketika dikonfirmasi.

Suwadji menjelaskan, pemerintah desa harus melakukan koordinasi dengan camat tentang penanganan Covid-19 dengan menggunakan DD.

Baca juga: Kejar Herd Immunity, Polresta Malang Kota Lakukan Vaksinasi Massal Untuk Ormas

"Saya sudah minta untuk menginventarisir kebutuhan-kebutuhan dalam mengoperasionalkan safe housenya. Misalnya seperti tempat tidur atau lainnya," jelas Suwadji.

Ditanya kapan realisasi DD untuk safe house Covid-19 di tiap kecamatan, Suwadji menegaskan rencana tersebut diupayakan segera dilakukan.

"Pada teknisnya tergantung pada koordinasi setiap Kecamatan bersama jajaran pemdesnya," tutur Suwadji.

Baca juga: Permintaan Oksigen Meningkat di Malang, Produsen Mengaku Kewalahan Isi Ratusan Tabung dalam Sehari

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat berpendapat jika safe house Covid-19 di tiap kecamatan sedang dibutuhkan pada saat ini.

Wahyu merujuk pada kondisi rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Malang sedang sibuk merawat pasien Covid-19. Sehingga turut dibutuhkan penambahan tempat tidur di setiap rumah sakit.

"BOR (bed occupancy rate) kita kan tinggi, mendekati 100 persen. Pak Bupati sudah meminta agar setiap rumah sakit menambah tempat tidurnya. Sekitar 10 sampai 30 persen. Itu sedang dikoordinasikan, jadi nanti sarana dan prasarananya bisa difasilitasi oleh Dinkes," tegas Wahyu. 

Berita tentang Kabupaten Malang

Berita tentang virus Corona

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved