Breaking News:

Berita Malang

Efek PPKM Darurat di Malang Sementara Terlihat Hanya Penurunan Mobilitas

Selama 9 hari PPKM Darurat Kabupaten Malang dianggap sudah menunjukkan efektifitas

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Januar
surya/erwin
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, Rabu (23/6/2021) 

Laporan wartawan TribunJatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Selama 9 hari PPKM Darurat Kabupaten Malang dianggap sudah menunjukkan efektifitas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat menerangkan efektifitas PPKM Darurat yang bisa dilihat secara kasat mata yakni menurunnya mobilitas masyarakat.

"Secara kasat mata yang bisa menjadi tolak ukur sementara yakni mobilitas," ujar Wahyu ketika dikonfirmasi pada Minggu (12/7/2021).

Wahyu menilai masyarakat Kabupaten Malang semakin sadar dalam menerapkan protokol kesehatan saat PPKM Darurat saat ini. Menurut Wahyu, sikap disiplin protokol kesehatan setidaknya mencegah bahaya virus corona varian Delta.

"Karena percepatan virus ini lebih cepat, yang jelas dari upaya-upaya yang dilakukan itu mulai terlihat terutama dalam mobilitas," ujar Wahyu.

Sementara itu, Wahyu belum bisa menerangkan secara gamblang efektifitas PPKM Darurat terhadap penurunan lonjakan penderita Covid-19. Ia berpendapat jika penurunan kasus akibat Covid-19 akan terlihat satu hingga dua pekan kedepan.

"Sementara dampak dari PPKM Darurat ini kan tidak terlihat sekarang bisa jadi pada PPKM selanjutnya. Sudah mulai berkurang, mungkin bisa dirasakan dampak tersebut sepekan atau 2 pekan kedepan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo menersngkan PPKM mikro yang diterapkan sebelum PPKM Darurat menujukkan efektifitas terhadap menstabilkan bed occupation rate atau BOR.

Baca juga: Aksi Copet Ketahuan, Beraksi di Tengah Vaksinasi Gelora Sepuluh November

"Sebenarnya kemarin-kemarin sudah stagnan ya (kasus Covid-19). PPKM mikro ada efeknya terhadap bed occupation rate (BOR). Jadi saat iu 40 sampai 50 persen, stagnan. Untuk isolasi biasa 19 persen sampai 22 persen," jelasnya.

Penerapan PPKM Darurat berbarengan dengan merebaknya virus corona varian Delta, menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dalam menangani kasus Covid-19.

"Namun dengan adanya varian baru yang sifat infeksinya tinggi maka merebaknya juga cepat. Sehingga itulah yang menyebabkan BOR menjadi meningkat tajam," kata Arbani.

Saat ini, Dinkes Kesehatan Kabupaten Malang masih terus menunggu kejelasan pengajuan vaksin Covid-19. Arbani menegaskan pihaknya telah berupaya mempercepat percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Malang. (ew)

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved