Breaking News:

Berita Surabaya

Jelang Hari Raya Idul Kurban, DKPP Pemkot Surabaya Akan Periksa Hewan Kurban

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah hewan kurban di seluruh wilayah, menjelang

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Febrianto Ramadani
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, saat melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha, Ketintang, Senin (12/7/2021). 

Laporan wartawan TribunJatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah hewan kurban di seluruh wilayah, menjelang Hari Raya Idul Adha, Selasa (20/7/2021).

Yuniarto Herlambang, Kepala DKPP Kota Surabaya, menjelaskan, ada beberapa tim yang dibentuk untuk pemeriksaan hewan kurban. Nantinya, juga ada tim pemeriksaan daging setelah dilakukan pemotongan.

"Sasaran pemeriksaan adalah pedagang hewan kurban. Kami akan cek di seluruh wilayah Kota Surabaya. Bahkan setelah hewannya datang nanti kami cek kesehatannya, baik itu sapi maupun kambing," ujarnya, ketika ditemui di Ketintang, Senin siang (12/7/2021).

Yuniarto menambahkan, meskipun temuannya tidak banyak, petugas tetap membantu penjual. Hewan kurban yang diketahui memiliki kondisi sakit langsung diberikan vitamin. 

Baca juga: Efek PPKM Darurat di Malang Sementara Terlihat Hanya Penurunan Mobilitas

"Perbedaan Idul Kurban ditengah pandemi terletak pada protokol kesehatan, antara penjual dan pembeli. Ini yang nanti jangan sampai ada kerumunan," tuturnya.

"Apalagi sudah ada surat edaran dari Wali Kota Surabaya, kami juga sampaikan ke pedagang atau pembeli agar tidak berkerumun. Mulai dari pembelian sampai pembagian daging juga jangan sampai menciptakan keramaian," sambungnya.

Pelaksanaan penyembelihan kurban, kata Yuniarto, sesuai surat edaran bisa dilakukan di Rumah Potong Hewan dan masyarakat setempat. Khusus masyarakat, dihimbau untuk tidak mengambil sendiri daging kurban yang telah disediakan oleh panitia.

"Pendistribusian daging dilakukan oleh panitia masjid atau musholla. Bukan Masyarakat sendiri yang mengambil. Pemotongan hewan dilakukan dengan memenuhi ketentuan. Yaitu, menerapkan jaga jarak, penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas dan pihak yang berqurban. Serta kebersihan alat alatnya," jelasnya.

Yuniarto menghimbau, masyarakat tetap menjaga dan mentaati protokol kesehatan. Hal itu demi menjaga kesehatannya masing masing.

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved