Berita Kota Malang
Kamar Mayat RSUD dr Saiful Anwar Malang Overload, Peti Mati Jenazah Covid-19 Diletakkan di Tenda
Kamar mayat RSUD dr Saiful Anwar Malang overload, peti mati yang berisi jenazah pasien Covid-19 (virus Corona) diletakkan di tenda halaman kamar.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau kamar mayat (KM) RSUD dr Saiful Anwar Malang di Jalan Belakang Rumah Sakit, Minggu (11/7/2021) sore.
Di halaman kamar mayat, telah berdiri tenda, yang di dalamnya ada beberapa peti mati berisi jenazah pasien Covid-19 (virus Corona).
Tenda itu baru berdiri beberapa hari lalu.
Dikatakan Sutiaji, karena RSSA Malang jadi rujukan, maka tidak hanya orang Malang, tapi juga Probolinggo, Pasuruan, dan sejumlah daerah lain berobat ke sana.
"Di RSSA memang overload. Kamar jenazah overload, pemulasaran overload. Covid-19 ini gak bisa dipandang remeh," kata Sutiaji pada wartawan di halaman kamar mayat.
Kini tim pemakaman sudah dibentuk tiga tim. Dan akan menjadi empat tim.
Sutiaji juga menyampaikan, untuk pemulasaran, RSUD Kota Malang sudah mulai pada Minggu (11/7/2021).
"Kasihan ada yang meninggal sudah 10-12 jam. Saya mohon masyarakat Malang dan Indonesia menjaga prokes (protokol kesehatan). Intinya berpuasa dululah. Mobilisasi dikurangi. Cuma dua minggu saja. Insyaallah bisa keluar dari pandemi ini," tuturnya.
Sebab dia mengatakan, risiko penularan Covid-19 tinggi.
"Paling tidak pakai masker dan masker jangan lepas. Sebab dalam penelitian, penularan hitungannya detik," katanya.
Baca juga: Sepekan Penerapan PPKM Darurat, Lalu Lintas Simpang Empat Karanglo Kabupaten Malang Lengang
Tentang pembukaan relawan yang dilakukan Pemkot Malang, Sutiaji mengatakan, yang mendaftar hanya enam untuk pemulasaran. Namun kini tinggal dua, ada yang mundur karena tidak mendapat izin istri.
Namun dari komunitas Nawak Aji, didapat tujuh orang dari satu kecamatan. Mereka nanti menjadi relawan pemulasaran dan pemakaman.
"Di pemakaman juga sulit dapat relawan. Baru berhenti dua. Kini per tim ada enam orang. Idealnya delapan orang per tim," jawabnya.
Dia berterima kasih pada RSSA karena melatih relawan untuk pemulasaran. Sedangkan evaluasi seminggu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat masih dalam proses.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wali-kota-malang-sutiaji-meninjau-kamar-mayat-rsud-saiful-anwar-malang-kamar-mayat-rssa-malang.jpg)