Breaking News:

Berita Malang

Mahasiswa UB Bikin Smart CCTV Covid-19, Pendeteksi Pengendara Pelanggar Prokes

Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat inovasi pembuatan Smart CCTV Covid-19 untuk pendeteksi pelanggar prokes.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/istimewa
Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yaitu Alfian Fitrayansyah, Affan Affandi, Akmal Adnan Attamami, Muchammad Nasyruddin Hakim dan Muhammad Lutfi Ardiansyah membuat inovasi pembuatan Smart CCTV Covid-19 untuk pendeteksi pelanggar prokes. Mereka dibimbing oleh Raden Arief Setyawan ST MT. 

Reporter: Sylvianita Widyawati I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat inovasi pembuatan Smart CCTV Covid-19 untuk pendeteksi pelanggar prokes.

Kelima mahasiswa itu ialah Alfian Fitrayansyah, Affan Affandi, Akmal Adnan Attamami, Muchammad Nasyruddin Hakim dan Muhammad Lutfi Ardiansyah. Mereka dibimbing oleh Raden Arief Setyawan ST MT.

Ide pembuatan CCTV ini dari keresahan tim melihat banyaknya kasus COVID-19 yang semakin meningkat. Di satu sisi, penggunaan masker masih kurang.

Dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dipadukan teknologi CCTV, mereka berharap hal ini bisa membantu penanganan kasus penyebaran COVID-19.

Yaitu dengan menangkap wajah dan plat nomor pengemudi sepeda motor yang melanggar protokol kesehatan.

"Hasil foto plat nomor pelanggar tersebut dapat digunakan untuk melacak identitas pelanggar melalui data kepemilikan plat nomor," jelas M Nasyruddin Hakim dari Teknik Sipil, Senin (12/7/2021).

Jika identitas pelanggar didapat, maka datanya disinkronkan dengan data SIM untuk dicek alamat dari pengendara tersebut.

Proses selanjutnya dilakukan pemetaan alamat pada identitas yang didapat sebagai daerah yang berpotensi COVID-19 karena ada alah satu masyarakatnya tidak mematuhi protokol kesehatan saat di jalan. 

Setelah itu, pemerintah dapat melakukan tindakan preventif di daerah tersebut. Misalkan melakukan sosialisasi atau sanksi.

Dijelaskan, solusi ini dapat membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan tanpa menunggu data tingginya daerah yang terkena kasus Covid-19. 

Inovasi telah mendapat Gold Medal Awards diajang International Invention Competition For Young Moslem Scientists (IICYMS) 2021 yang diikuti 157 tim dari 15 negara.

Mereka juga mendapat Special Awards dari Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association (MIICA).

Alfian berharap ide ini bisa berdampak pada meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap prokes dan mencegah secara dini persebaran COVID-19. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved