Breaking News:

Berita Surabaya

Tetapkan Satu Tersangka Pengusiran Petugas di Bulak Banteng Surabaya, Polda Jatim Kembangkan Kasus

Setelah menetapkan satu tersangka dalam insiden pengusiran petugas di Bulak Banteng Surabaya saat PPKM Darurat, Polda Jatim akan kembangkan kasus.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta (tengah) bersama Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko (kanan) saat gelar giat rilis di Mapolda Jatim, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepolisian tidak tinggal diam atas kejadian warga mengusir petugas di Bulak Banteng Surabaya beberapa waktu lalu. 

Kendati telah menetapkan satu tersangka atas kasus ini, polisi terus melakukan pengembangan. 

Pengembangan terkait kericuhan di kawasan Jalan Bhineka Raya, perbatasan Suropati dan Bulak Banteng Baru, Surabaya, ini bukan tanpa dasar. 

Sebab tak hanya melakukan pengusiran dan perlawanan saja, namun beberapa orang juga melakukan perusakan mobil patroli

"Ini akan kami tindak lanjuti hasil pengembangan dari hasil penangkapan, dan kami akan kembangkan, kami tidak akan tinggal diam," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Senin (12/7/2021).

Perwira dengan tiga melati emas ini juga menegaskan kalau kepolisian bersama TNI dan pemerintah setempat akan terus menggiatkan operasi yustisi

Bahkan, nantinya personel akan ditambah untuk di kawasan Bulak Banteng, Surabaya

"Terkait operasi yustisi penambahan personel tim dari Satgas Deteksi. Kami hari ini juga akan memberikan sembako di daerah Bulak Banteng itu," terangnya. 

Baca juga: Terjadi Penumpukan Pasien IGD, RSUD dr Soetomo Surabaya Targetkan Ruang Tambahan Selesai Pekan Depan

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta mengajak masyarakat untuk taat dan patuh dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat

Dia menegaskan, pemerintah tidak melarang orang berdagang, namun selama kebijakan belum dicabut, Nico meminta supaya warga mengikuti aturan mainnya. 

"Pemerintah sudah mengeluarkan aturan, yang jualan boleh, tapi dibungkus, jangan makan di tempat. Ingat banyak pasien yang perlu disembuhkan. Kita bantu para dokter dan medis," tandas Irjen Pol Nico Afinta.

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved