Breaking News:

Berita Bojonegoro

BPJAMSOSTEK Cabang Bojonegoro Bayar Klaim Rp 57,5 Miliar di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021

Di Masa Pandemi Covid-19 tahun 2021 ini, BPJAMSOSTEK Cabang Bojonegoro membayar klaim Rp 57,5 miliar

Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/Istimewa
Kadisnakertrans Bojonegoro Welly Fitrama (paling kiri) dan Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Bojonegoro Dolik Yulianto (paling kanan). 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Cabang Bojonegoro telah membayarkan klaim kepada peserta selama tahun ini pada masa pandemi Covid-19 sebesar Rp 57.586.303.766 miliar pada periode Januari 2021 hingga Juli 2021.

Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Bojonegoro Dolik Yulianto mengatakan, pembayaran klaim sejumlah Rp 57.586.303.766,- itu merupakan klaim Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JPN) yang totalnya sebanyak 5.278 kasus.

Periode pembayaran 1 Januari 2021 hingga 9 Juli 2021 pada masa pandemi Covid-19 yang dialami masyarakat Indonesia.

“Pembayaran klaim Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan yang paling banyak dari klaim program lainnya,” ujarnya, dalam siaran tertulis ke TribunJatim.com, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Implementasi Permenaker 5 Tahun 2021, BPJAMSOSTEK Bojonegoro Gandeng Asosiasi Jasa Kontruksi

Menurut Dolik Yulianto, sesuai data, klaim untuk JHT mencapai 3.573 kasus, klaim JKM mencapai 220 kasus, klaim JKK sebanyak 325, dan klaim JPN sebanyak 1.160 kasus.

Secara rinci, klaim JHT sebanyak 3.573 kasus tersebut jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp 47.814.580.254. JKK 325 kasus jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp 3.509.483.092.

JKM 220 kasus jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp 4.951.500.000. dan JPN 1.160 kasus jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp. 1.310.740.420. Ini hanya wilayah Kabupaten Bojonegoro saja.

Tingginya angka klaim JHT di Kabupaten Bojonegoro tersebut, kata Dolik Yulianto, karena kondisi pandemi Covid-19 yang berakibat banyak pekerja di-PHK oleh perusahaannya.

“Banyaknya klaim JHT tersebut berlangsung sejak Januari 2021 sampai Juli 2021 dan dimungkinkan masih terus berlanjut hingga tahun ini, namun BPJAMSOSTEK Bojonegoro menyatakan siap memberikan pelayanan terbaik meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini," tegasnya, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Ida Dwi Patnurjati pada Selasa (13/7/2021).

Baca juga: BPJAMSOSTEK Bojonegoro dan Komisi IX DPR RI Sosialisasi Program Jaminan Sosial ke Pekerja Informal

Kepala Bidang Pelayanan BPJAMSOSTEK Bojonegoro Ida Dwi Patnurjati menambahkan, tingginya tingkat klaim JHT yang mencapai 3.573 kasus selama tujuh bulan ini karena kondisi banyak perusahaan yang terkena dampak Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved