Breaking News:

Berita Trenggalek

Bupati Trenggalek Pimpin Operasi Yustisi di Stadion Menak Sopal, Ingatkan Soal Aturan PPKM Darurat

Bupati Trenggalek memimpin operasi yustisi di Stadion Menak Sopal, ingatkan kembali soal aturan selama PPKM Darurat.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
Penertiban warung yang masih menyediakan tempat makan dan minum di tempat di kawasan Stadion Menak Sopal, Kabupaten Trenggalek, Selasa (13/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin memimpin operasi yustisi kepada para pelanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di kawasan pertokoan kompleks Stadion Menak Sopal, Selasa (13/7/2021).

Mochamad Nur Arifin didampingi para pimpinan Forkopimda mendatangi satu per satu toko dan tempat makan yang ada di sana.

Mereka mengingatkan kembali soal aturan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yang harus dijalankan.

Antara lain soal aturan tidak diizinkannya warung dan tempat makan untuk melayani makan di tempat. Juga aturan bahwa seluruh toko dan warung harus tutup maksimal jam 20.00 WIB.

Dalam operasi itu, ditemui warung dan tempat makan yang masih menyediakan kursi dan meja untuk pelanggan. Hanya saja pada waktu itu, kondisi warung dan tempat makan masih sepi pelanggan.

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu kemudian menjelaskan kembali soal aturan yang ada. Kemudian, para petugas menata meja dan kursi agar tak menjadi tempat pembeli makan dan minum di tempat.

Mas Ipin mengatakan, pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk membatasi aktivitas masyarakat selama PPKM Darurat. Selain tetap menggencarkan pelacakan dan vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Buntut Tewasnya Pembalak Liar, Satreksrim Polres Trenggalek Tetapkan Tiga Tersangka Illegal Logging

Pembatasan aktivitas juga menjadi salah satu indikator yang disorot oleh tim koordinator PPKM Darurat pusat.

Dengan pendekatan teknologi melalui pencitraan satelit dan lainnya, penurunan aktivitas masyarakat selama PPKM Darurat di Trenggalek masih antara 10-20 persen. 

“Kita untuk mobilitas masyarakat masuk zona merah. Paling parah zona hitam. Di Jawa Timur, yang ada merah dan hitam. Padahal diharapkan penurunan mobilitas bisa meningkat 30-50 persen atau ke zona kuning,” kata Mas Ipin.

Kapolres Trenggalek, AKBP Dwiasi Wiyatputera mengatakan, penegakan hukum bagi pelanggar prokes akan diterapkan untuk menekan mobilitas warga.

“Kami akan melaksanakan penegakan hukum dalam operasi yustisi prokes. Harapannya, indeks mobilitas warga di Kabupaten Trenggalek bisa menurun hingga 30-50 persen, sehingga beralih dari zona merah ke kuning,” kata Dwiasi.

Berita tentang Trenggalek

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved