Breaking News:

Berita Surabaya

Paguyuban Warkop Surabaya Keluhkan PPKM Darurat, Dagangan Tidak Laku Pengeluaran Meningkat

Ketua Paguyuban Warkop Surabaya Husin Ghozali, mengungkapkan kondisi terkini usaha warung kopi, ditengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan....

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/TONY HERMAWAN
Ilustrasi - Faisal Adi Saputra (kiri) saat mengikuti Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bersama dua orang temannya di Warkop Pitulikur, Selasa (21/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Paguyuban Warkop Surabaya Husin Ghozali, mengungkapkan kondisi terkini usaha warung kopi, ditengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Pemilik Warkop Pitulikur ini juga menuturkan, pada hari pertama usahanya tidak maksimal karena harus melayani take away, dan tidak diperbolehkan makan ditempat.

"Warkop tidak bisa melakukan kegiatannya. Mau siasat apapun yang dilakukan, baik pesan secara online tetap tidak maksimal," ujarnya, Selasa (13/7/2021)

Cak Conk, sapaan akrabnya, menambahkan, sumber pendapatan warkop berasal dari pengunjung yang ingin menikmati koneksi internet, sambil duduk bersama menikmati aneka cemilan. Jadi, hal tersebut tidak bisa dilepaskan

"Hari pertama tidak ada yang datang. Maka besoknya, kami memutuskan tutup. Selain itu, kasihan yang titip gorengan dan titip jajan jadi tidak laku," keluhnya. 

"Ada dari teman teman kami yang memaksa buat buka, dengan berbagai siasat. Tapi mau pakai model apapun tetap tidak laku dan mengeluh. Malah pengeluaran banyak. Listrik karyawan, kami terpaksa tutup merumahkan karyawannya. Pasti mikir kedepannya mana bisa bertahan kalau begini terus," sambungnya.

Jika tetap membuka usaha warkopnya, Husin Ghozali khawatir, petugas berwajib yang rutin menggelar razia, akan penindakan kepada rekan rekannya tersebut.

Dirinya berharap, pemerintah sebaiknya tidak memperpanjang PPKM. Menurutnya, masyarakat dihadapkan dua pilihan, antara mati karena Covid 19 atau kelaparan. 

"Sangat disayangkan. Negara harus ada dimanapun dan apapun kondisi rakyatnya. Negara harus membantu memberikan solusi," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved