Breaking News:

Berita Jatim

Palsukan Dokumen Kapal dari Jepang, Pria Surabaya Ini Dipenjara 2 Tahun dan Denda Rp 100 Juta

Pria Surabaya terbukti palsukan dokumen kapal yang didatangkan dari Jepang. Pengadilan Negeri Gresik jatuhi hukuman 2 tahun penjaram denda Rp 100 juta

Penulis: Sugiyono | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Moch Sugiyono 
KAPAL - Terdakwa Johan Aditya Kuncoro mengikuti persidangan secara daring di Pengadilan Negeri Gresik. Terdakwa terketat kasus mendatangkan kapal dari Jepang dengan memalsukan dokumen kapal, Selasa (13/7/2021).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Terdakwa Johan Aditya Kuncoro (36), warga Pejajaran Dalam, Kelurahan Keputran, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, dihukum penjara selama 2 tahun dan denda Rp 100 juta subsider satu bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik, Selasa (13/7/2021).

Pasalnya, terdakwa terbukti memalsukan dokumen kapal yang didatangkan dari Hiroshima, Jepang

Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik Mochammad Fatkur Rochman mengatakan, terdakwa terbukti secara sah turut serta dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan tanpa pemberitahuan dokumen kapal yang sah. 

Terdakwa melanggar pasal  103 huruf a, Undang-undang Nomor 17 tahun 2006, tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

"Menjatuhkan putusan kepada terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp 100 Juta. Jika dalam waktu satu bulan tidak dibayar, maka harta kekayaan terdakwa dapat disita oleh Jaksa, dan jika masih tidak mencukupi, digantikan penjara selama satu bulan," kata Fatkur Rochman. 

Baca juga: Produsen Kosmetik Laporkan Pemalsuan Merek ke Polisi, Kerugian Diklaim Sampai Rp 25 M

Dari putusan tersebut, barang bukti berupa dokumen dan sebuah kapal pedisita untuk negara. 

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gresik yang menuntut terdakwa dengan hukumam penjara selama 4 tahun dan denda Rp 100 Juta subsider 2 bulan kurungan. 

Atas putusan tersebut, terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gresik menyatakan pikir-pikir.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved