Berita Kota Kediri

Hasil Tes PCR Belasan Warga Negatif Covid-19, Mikro Lockdown Kelurahan Kemasan Kota Kediri Dibuka

Hasil tes swab PCR belasan warga negatif Covid-19, kebijakan mikro lockdown di Kelurahan Kemasan Kota Kediri dibuka.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Didik Mashudi
Petugas melepas spanduk Posko Mikro Lockdown di Kelurahan Kemasan, Kota Kediri, setelah warganya yang isolasi mandiri dinyatakan negatif Covid-19, Selasa (13/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Setelah 14 hari menjalani mikro lockdown dan isolasi mandiri, warga RT 04 /RW 01 Kelurahan Kemasan, Kota Kediri, mulai lega. Karena portal yang sempat dipasang di akses pintu masuk telah dibuka kembali, Selasa (13/7/2021).

Dibukanya mikro lockdown dilakukan setelah 14 warga yang positif Covid-19 (virus Corona) menjalani tes swab PCR dengan hasil negatif.

Seremonial pembukaan area mikro lockdown yang berisi 30 rumah ditandai dengan penurunan banner bertuliskan mikro lockdown dan dibukanya gerbang pembatas gang dengan jalan raya.

Sejumlah warga langsung menyambut dengan wajah ceria dan sorak sorai penuh kegembiraan.

Camat Kota Kediri, Arief Cholisudin mengaku turut bahagia karena sudah tidak ada area daerah lockdown di wilayah Kecamatan Kota Kediri.

Sebelumnya, Kelurahan Setonopande juga telah membuka mikro lockdown.

Sementara langkah berikutnya akan lebih memasifkan kampanye di rumah saja dan dibungkus saja, serta tetap melakukan patroli kepatuhan protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat.

Sebelumnya, di wilayah RT 04/RW 01 Kelurahan Kemasan ini terdapat 17 orang yang positif Covid-19, 14 orang di antaranya berasal dari 7 rumah yang berbeda.

Sesuai dengan peraturan PPKM Mikro, apabila terdapat 5 rumah lebih yang terpapar Covid-19, maka kebijakan mikro lockdown dapat diambil.

Baca juga: Ajak LSM dan Ormas di Kota Kediri Tangkal Berita Hoax PPKM Darurat, Nur Muhyar: Jangan Terprovokasi

Sementara Lurah Kemasan, Suntoro menyampaikan, selama isolasi mandiri, warga RT 04/RW 01 ini menjadwalkan senam pagi dan berjemur di depan rumah untuk menambah imun tubuh.

“Selain itu, karena anak-anak kecilnya juga banyak, mereka mendapat bantuan dari BPBD Kota Kediri berupa mainan rekreatif, agar mereka tidak bosan,” ujarnya.

Warga juga menyampaikan terima kasih pada Pemkot Kediri yang telah mendukung dan memenuhi kebutuhan selama masa isolasi mandiri berupa bantuan sosial sembako plus. Bantuan juga datang dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kediri, gereja, dan beberapa pihak lain.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar memberikan apresiasi atas kepedulian masyarakat yang membantu masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan.

Abdullah Abu Bakar mengajak masyarakat, kelompok, dan instansi untuk gotong royong dalam gerakan Batman (bantuan isolasi mandiri) demi meringankan beban warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. 

Pemkot Kediri sedang melakukan pendataan jumlah warga yang melakukan isolasi mandiri melalui sistem untuk mengidentifikasi siapa saja yang sedang isolasi mandiri, alamatnya di mana, kondisinya seperti apa dan kebutuhannya apa.

Diharapkan masyarakat proaktif selalu melapor ke RT meskipun gejalanya tidak berat. Hal ini untuk mengurangi kejadian warga meninggal karena Covid-19 ketika menjalani isolasi mandiri.

Berita tentang Kota Kediri

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved