Berita Gresik

Langgar Jam Malam, Warung dengan Penjaga Wanita di Gresik Terjaring Razia, Berujung Penyitaan KTP

Langgar jam malam PPKM Darurat, warung dengan penjaga wanita di Gresik terjaring razia petugas, berujung dengan penyitaan KTP.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
Petugas menyita KTP pemilik warung karena melanggar jam malam PPKM Darurat, Selasa (13/7/2021) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Meski pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat di Gresik sudah berjalan lebih dari sepekan, petugas tetap rutin menggelar operasi yustisi.

Satgas gabungan dari Polsek Manyar bersama Koramil 0817/06 dan Trantib kecamatan terus mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan (prokes), dan aturan PPKM Darurat di Gresik.

PPKM Darurat bergulir dilatarbelakangi meningkatnya kasus Covid-19 disertai masuknya virus varian baru.

Saat razia, ditemukan warung kopi dengan penjaga wanita di Jalan Tambang, Desa Yosowilangun, Gresik, yang masih nekat buka hingga pukul 21.00 WIB.

Sebut saja nama penjaganya Sekar.

Saat ditanya petugas, dia mengaku tidak mengetahui adanya peraturan jam malam yaitu pukul 20.00 WIB.

Padahal kenyataannya bukan hanya sekali satgas melakukan patroli gabungan dan melakukan sosialisasi aturan PPKM Darurat di daerah tersebut.

Baca juga: Kelabui Petugas Saat PPKM Darurat, Warung di Gresik Matikan Lampu, di Dalam Asik Ngopi Tanpa Prokes 

Karena ulah bandel Sekar, KTP miliknya disita petugas.

KTP tersebut bisa diambil keesokan harinya di kantor polisi, dengan syarat menyertakan surat keterangan swab antigen. Apabila hasil tes reaktif, langsung digiring menjalani isolasi.

"Disiplin protokol kesehatan di tengah PPKM Darurat tidak boleh ditawar-tawar," tegas Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar, AKP Bima Sakti Pria Laksana, ketika dikonfirmasi, Rabu (14/7/2021).

Pihaknya meminta kesadaran semua pihak, agar bisa mengerti dan mendukung upaya pemerintah dalam menyudahi pandemi Covid-19 ini.

Dia juga mengimbau masyarakat Gresik mendukung gerakan "Gresik jangan kemana-mana, nang omah wae, Gresik jaman now."

Gerakan yang dipelopori Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto ini apabila dikolaborasikan dengan PPKM Darurat diiringi disiplin mematuhi prokes, diyakini mampu menurunkan sebaran virus Covid-19 di Kota Santri.

"Batasi mobilitas, apabila memang tidak ada kepentingan yang benar-benar mendesak, lebih baik bertahan di rumah saja," tutupnya.

Berita tentang Gresik

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved