Breaking News:

Berita Malang

Pelapor Memilih Jalur Damai, Bos Nine House Kitchen Alfresco Bebas

Bos Nine House Kitchen Alfresco, Jeffrey Permana resmi dibebaskan pekan lalu. Dirinya dibebaskan usai pelapor kasus penganiayaan yang dilakukannya

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar Adi Sagita
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bos Nine House Kitchen Alfresco, Jeffrey Permana resmi dibebaskan pekan lalu. Dirinya dibebaskan usai pelapor kasus penganiayaan yang dilakukannya, resmi mencabut laporan polisi dan memilih jalur damai.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, bahwa pelapor yang bernama Mia Trisanti telah mencabut laporan polisi pada Jumat, (2/7/2021). Setelah itu usai diperiksa pada Rabu, (7/7/2021) lalu, Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pun turun dan dilakukan gelar perkara.

"Saat itu terlapor sudah bebas dari perkara, usai kami laksanakan gelar perkara di hari yang sama," ujarnya kepada TribunJatim.com, Rabu (14/7/2021).

Pria yang akrab disapa BuHer ini menjelaskan, bahwa kasus ini belum sampai ke tahap P-21 (Pemberitahuan bahwa Hasil Penyidikan sudah lengkap).

"Saat berkas-berkasnya sudah rampung, pelapor telah mencabut keterangan sebelumnya. Karena pelapor sudah mencabut keterangannya, sehingga tidak lengkap apabila kami serahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Malang. Karena keterangan dari saksi (pelapor) sudah hilang atau gugur," terangnya.

Dirinya mengaku, berpedoman pada pasal 184 KUHAP tentang alat bukti yang sah. Sehingga apabila ada alat bukti yang tidak lengkap, maka kasus tersebut tidak bisa diselesakan.

Baca juga: GOR Indoor Gelora Bung Tomo Mulai Disiapkan Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

"Kami sampaikan, bahwa sudah berkoordinasi dengan kejaksaan terkait hal ini dan sudah sesuai prosedur. Sehingga apabila kami lanjutkan, sementara kedua belah pihak telah berdamai, apakah layak hukum berlaku seperti itu," ungkapnya.

Dirinya menerangkan, pihaknya telah menjunjung tinggi profesionalitas dan selalu menerapkan hukum yang berkeadilan.

Disinggung terkait isu miring, tentang adanya barter kasus atau indikasi penyuapan dalam kasus tersebut. Ia pun tegas menepis hal itu, dan meminta bagi yang curiga untuk bisa membuktikan.

"Silahkan saja, banyak jalur untuk membuktikan. Ada Dumas Presisi, Propam, Paminal dan sebagainya. Saya siap diperiksa. Kami sudah berkonsultasi, dan hasil itulah yang kami gunakan untuk memutuskan menggunakan restorative justice," jelasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved