Breaking News:

Berita Lunmajang

Pengiriman Pasir Lumajang ke Luar Kota Selama PPKM Darurat Masih Dibolehkan, Begini Syaratnya

Pembatasan pengiriman pasir Lumajang di tengah PPKM darurat memang diberlakukan. Mulai Rabu (14/7/2021), aktivitas sopir truk pasir dilarang beroperas

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/TONY HERMAWAN
Kasatlantas Polres Lumajang, AKP Bayu Halim Nugroho saat ditemui di ruangannya, Selasa (20/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Pembatasan pengiriman pasir Lumajang di tengah PPKM darurat memang diberlakukan. Mulai Rabu (14/7/2021), aktivitas sopir truk pasir dilarang beroperasi sampai ke luar kota.

Imbas larangan ini membuat kondisi lalu lalang truk pasir di jalanan menjadi sepi. Bahkan di beberapa titik pertambangan memilih libur sampai aturan tersebut dicabut.

Menanggapi kondisi itu, Kasatlantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho menjelaskan bahwa, larangan tersebut diberlakukan bertujuan untuk mengurangi mobilitas.

Pasalnya belum lama ini, Lumajang mendapat penilaian hitam dalam menjalankan PPKM Darurat.

Pemerintah pusat menilai pembatasan tersebut tidak berdampak signifikan menurunkan mobilitas masyarakat.

"Intinya aturan ini bertujuan untuk mengurangi mobilitas. Mobilitas lumajang masih dinilai tinggi karena banyak aktivitas dari lahan pertanian, tambang, belum juga pabrik-pabrik," kata Bayu.

Meski begitu, kata Bayu, sebenarnya sopir truk masih bisa beraktivitas melakukan pengiriman hingga luar kota. Asalkan sopir bisa menunjukkan syarat dokumen melakukan perjalanan di masa PPKM.

"Sebenarnya mereka masih bisa tetap bisa beraktivitas asalkan bisa menunjukan syarat yang ditentukan. Ya minimal vaksin suntik pertama lah," jelasnya.

Bayu menambahkan, syarat perjalanan semacam ini sebenarnya sudah diberlakukan lebih dulu bagi sopir luar kota yang hendak memasuki Lumajang.

Para sopir asal luar Lumajang wajib membawa hasil pemeriksaan swab atau rapid tes.

"Malah kalau sopir dari luar kota kami pemeriksaannya lebih ketat. Mereka wajib menunjukkan surat negatif dari hasil swab atau rapid paling lambat berlaku dua hari," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved