Berita Batu

Viral Video Berkerumun di Pujon, Polisi Mintai Keterangan Kades Ngabab

Sebuah video yang menggambarkan kerumunan saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat viral di sosial media dalam

Penulis: Benni Indo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Benni Indo
Kapolres Batu, Ajun Komisaris Besar Catur C Wibowo memberikan keterangan mengenai proses penindakan hukum kepada warga yang melanggar sepanjang PPKM Darurat diberlangsungkan. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Sebuah video yang menggambarkan kerumunan saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat viral di sosial media dalam pekan ini.

Video itu disertai keterangan yang menjelaskan terjadi di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Saat dikonfirmasi ke Camat Pujon dan Kepala Desa Ngabab mengenai informasi dalam video tersebut, keduanya tidak memberikan tanggapan. Sementara itu, Kapolres Batu, Ajun Komisaris Besar, Catur C Wibowo mengatakan bahwa peristiwa tersebut memang terjadi di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon.

Sekadar informasi, meskipun Kecamatan Pujon berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Malang, namun Kecamatan Pujon masuk dalam wilayah hukum Polres Batu. Dikatakan Catur, peristiwa itu terjadi pada Senin, 12 Juli 2021.

Acara tersebut adalah acara selamatan desa yang memang diselenggarakan setiap tahun secara rutin. Namun, karena Malang Raya yang terdiri atas Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang tengah melaksanakan PPKM Darurat, maka kegiatan yang mengundang kerumunan massa ditiadakan.

“Kejadiannya tanggal 12 lalu. Sebetulnya, sudah direncanakan yang datang hanya para tokoh masyarakat saja,” kata Catur saat memberikan keterangan kepada para jurnalis di Balaikota Among Tani, Rabu (14/7/2021).

Catur melanjutkan, meski telah diatur sedemikian rupa agar yang datang hanya para tokoh masyarakat, namun di luar dugaan, ternyata masyarakat mendatangi lokasi sehingga menimbulkan kerumunan seperti yang terlihat dalam video viral. Banyaknya massa yang datang tidak bisa dikendalikan dengan baik oleh panitia.

Catur mengatakan, pasca peristiwa tersebut, beberapa pihak dipanggil untuk dimintai keterangan oleh petugas. Termasuk kepala desa dan panitia penyelenggara acara tersebut. Sejauh ini, proses hukum sedang berlangsung di Polres Batu.

Baca juga: Beraksi Jadi Begal Motor, Dua Pengamen Ditangkap Satreskrim Polresta Malang Kota

“Kepala Desa kami mintai keterangan. Sedang kami proses dan ada beberapa pihak yang dimintai keterangan, yang pasti panitia. Akan kami lihat nanti seperti apa kesimpulannya,” kata Catur.

Petugas akan menegakan hukum sesuai dengan UU yang telah dibuat, khususnya saat pelaksanaan PPKM Darurat. Sebagai contoh penegakan hukum tersebut, 41 warga yang kedapatan melanggar PPKM Darurat telah menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Gedung Pancasila, Balaikota Among Tani, Rabu (14/7/2021).

Diberitakan sebelumnya, para pelanggar PPKM Darurat di Kota Batu menjalani sidang Tipiring di Gedung Pancasila, Balaikota Among Tani, Kota Batu, Rabu (14/7/2021). Sidang Tipiring tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, beserta Kapolres Batu dan Kajari Batu.

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, ada 41 pelanggar individu dan pelaku usaha non-esensial yang mengikuti sidang Tipiring. Mereka kedapatan melanggar aturan PPKM Darurat, khususnya pelanggaran tidak menerapkan protokol kesehatan.

Dalam sidang Tipiring yang digelar secara virtual itu, para pelanggar divonis bersalah dan dikenai denda sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu rupiah. Hukuman denda ini diharapkan dapat memberikan efek jera, sehingga mereka tidak  mengulangi kesalahan yang sama.

“Sanksi yang pasti sesuai dengan keputusan hakim dan yang menilai adalah hakim. Jika terjadi pelanggar lagi setelah Tipiring maka akan dilihat berat tidaknya kasus. Kalau masuk ke pidana ya kita pidanakan sesuai dengan pasal yang diatur di PPKM Darurat,” paparnya. (Benni Indo)

Kumpulan berita Batu terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved