Breaking News:

Berita Kabupaten Malang

Banyak Penyekatan Jalan, Ritme Lalu Lintas di Kabupaten Malang Turun hingga 40 Persen

Banyak penyekatan jalan saat penerapan PPKM Darurat, membuat ritme lalu lintas di Kabupaten Malang menurun hingga 40 persen.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Erwin Wicaksono
Penyekatan jalan yang dilakukan polisi di Landungsari, Dau, Kabupaten Malang, saat PPKM Darurat, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Satlantas Polres Malang menganalisa terjadi penurunan ritme lalu lintas sebesar 40 persen saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat berlangsung.

"Selama PPKM Darurat, volume kendaraan betul-betul drastis menurun. Secara persentase penurunan kendaraan sudah mencapai 30 hingga 40 persen," ujar Kasatlantas Polres Malang, AKP Agung Firmansyah ketika dikonfirmasi, Rabu (14/7/2021).

Penurunan arus lalu lintas dipicu kebijakan penyekatan jalan dalam PPKM Darurat.

"Bisa dilihat dari exit tol dan pembatasan mobilitas di jalan itu (kepadatan lalu lintas) sudah drastis menurun," tuturnya.

Menurut Agung,  masyarakat sudah sadar tidak keluar rumah karena memahami aturan PPKM Darurat.

"Masyarakat cukup paham dengan adanya PPKM Darurat ini. Mungkin tinggal pekerja-pekerja sektor esensial dan kritikal ini yang harus diimbau kembali," papar Agung.

Polisi menerapkan aturan tegas dalam penyekatan akses jalan di Malang Raya seperti jalan tol.

"Penyekatan daerah Pakis, Singosari dan Lawang. Kami koordinasi dengan Satlantas di Malang Raya, exit tol kami sepakati semua exit tol ditutup kecuali di Exit Tol Singosari," tegas Agung.

Baca juga: Mobilitas di Kota Malang Masih Harus Diturunkan, Gubernur Khofifah: PR PPKM Darurat di Jawa Timur

Pembatasan mobilitas juga dilakukan dengan pengalihan arus.

"Ada pengalihan arus, jadi dari Karangploso, Pendem baru ke Kota Malang," ucap Agung.

Selain di jalur utama, Agung menuturkan pihaknya juga melakukan pengamatan di jalur-jalur alternatif alias jalur tikus.

"Di jalur-jalur tikus (jalur alternatif) ada CCTV yang dikendalikan sama muspika setempat. Pantauan terkini termasuk mengalami penurunan juga bisa dilihat dari CCTV. Ada penurunan meski tidak drastis," tutupnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved