Breaking News:

Berita Sidoarjo

Bisnis Rokok Ilegal Masih Marak di Sidoarjo, Rugikan Negara Sampai Rp 4,9 Miliar

Bisnis rokok ilegal masih marak di Sidoarjo, rugikan negara sampai Rp 4,9 miliar. Ada 51 kasus yang ditindak sejak Agustus 2020 hingga Maret 2021.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Taufik
Sejumlah barang ilegal hasil sitaan petugas yang dimusnahkan oleh Bea Cukai Sidoarjo, Selasa (13/7/2021). Totalnya mencapai kisaran Rp 11 miliar. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Bisnis rokok ilegal masih marak di Sidoarjo. Mulai dari produksinya yang terus berjalan, hingga proses penyelundupannya ke luar daerah yang terus berlangsung di saat pandemi Covid-19 (virus Corona) sekarang ini.

Terbukti, sejak Agustus 2020 hingga Maret 2021 saja, petugas Bea Cukai Sidoarjo berhasil membongkar sejumlah bisnis rokok ilegal di Sidoarjo, Surabaya, dan Mojokerto.

Total ada sekitar 51 kasus yang ditindak petugas, selama itu.

“Jika ditotal, kerugian negara akibat bisnis terlarang yang terungkap ini mencapai kisaran Rp 4,9 miliar,” kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Sidoarjo, Pantjoro Agoeng, di sela pemusnahan barang bukti di Bea Cukai Sidoarjo, Selasa (13/7/2021).

Angka Rp 4,9 miliar itu seharusnya diterima negara dari hasil cukai. Tapi karena produsen rokok ilegal tidak memakai cukai, sehingga negara pun mengalami kerugian.

Diungkapkan bahwa para pelaku biasa memproduksi rokok ilegal di rumahnya sendiri. Posisi rumah biasanya tidak mudah diakses karena untuk kepentingan keamanan.

Rokok hasil produksi rumahan itu kemudian dikirim menggunakan ekspedisi. Beberapa daerah yang biasa menjadi tujuan pengiriman rokok ilegal dari Sidoarjo dan sekitarnya adalah Sumatera dan Kalimantan.

Baca juga: Rapat Penanganan Covid-19 di Sidoarjo Mendadak Dibubarkan, Dianggap Akan Sia-sia Bila Dilanjutkan

”Kami sering menangkap ekspedisi rokok ilegal di tol. Biasanya dikirim malam atau dini hari, sengaja untuk menghindari petugas. Tapi kami terus memantau, dan langsung melakukan penindakan begitu mendapat informasi dan bukti,” lanjutnya.

Selama ini, disebutnya bahwa petugas terus berupaya memerangi peredaran rokok ilegal. Mulai dari langkah preventif dengan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, hingga sejumlah langkah penindakan dan operasi pasar dengan pemerintah daerah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved