Breaking News:

Cerita Penjaga Warkop di Surabaya Gigit Jari Dipatroli Petugas Setiap Hari Saat PPKM Darurat

Cerita penjaga warkop di Surabaya gigit jari dipatroli petugas setiap hari saat PPKM Darurat, 2 kali router wifi disita.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Aktivitas Wandhir di warung kopi di Wonokromo, Surabaya saat menunggu kedatangan pembeli, Rabu (14/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hampir dua pekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat dilaksanakan. Rangkaian pembatasan aktivitas masyarakat berlangsung demikian ketat, tak terkecuali kegiatan ekonomi. 

Pedagang pinggiran warung kopi (warkop) dan kafe, salah satunya.

Penerapan aturan jam malam pukul 20.00 WIB, tak pelak memangkas pendapatan mereka.

Metode layanan pembelian secara bungkus (take away), atau dengan format pesan-antar via aplikasi, mungkin bisa berhasil untuk jenis pedagang makanan dan minuman lainnya.

Namun tidak dengan usaha seperti warkop, yang menyajikan suasana tongkrongan, wifi super kencang, dan racikan minuman nikmat, terutama kopi, sebagai keunggulan sektor usahanya.

Metode penjualan semacam itu, sepertinya tidak banyak menjamin stabilitas omzet pendapatan pengusaha warkop.

Sejumlah warkop di Kota Surabaya masih tetap buka dan melayani pembeli yang datang, meski dengan menyesuaikan jam operasional dan sedikit siasat kucing-kucingan mengelabui aparat.

Satu di antaranya adalah Warkop Kharisma, yang berada tepat di seberang Gedung Pasar Ikan Hias Gunung Sari, di Jalan Gunungsari, Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya.

Tiga hari sejak dimulainya PPKM Darurat, pada Senin (5/7/2021), sebuah perangkat keras pelantang sinyal internet, router wifi warkop tersebut terpaksa disita petugas Satpol PP Surabaya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved