Breaking News:

Cerita Penjaga Warkop di Surabaya Gigit Jari Dipatroli Petugas Setiap Hari Saat PPKM Darurat

Cerita penjaga warkop di Surabaya gigit jari dipatroli petugas setiap hari saat PPKM Darurat, 2 kali router wifi disita.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Aktivitas Wandhir di warung kopi di Wonokromo, Surabaya saat menunggu kedatangan pembeli, Rabu (14/7/2021). 

Tak pelak, hal itu menyebabkan dua orang pengunjung warkop yang semula duduk di kursi tersebut menyudahi aktivitas nongkrongnya.

"Tadi jam 11.00 WIB, disuruh tutup, polisi. Tadi kursinya tertata. Tadi pagi ada 2 orang ngopi, disuruh (petugas) take away," ungkapnya.

Pria asal Lamongan itu, telah melaporkan kejadian yang dialaminya itu kepada juragannya. Untungnya, peristiwa tak diharapkan itu, masih dimaklumi untuk kedua kalinya.

Kendati begitu, ia berharap petugas yang melakukan penindakan, tidak semena-mena melakukan penyitaan inventaris tempat usaha yang menjadi sasaran operasi yustisinya.

Baca juga: Tak Hanya Edukasi Aturan PPKM Darurat, Satpol PP Surabaya Juga Bagikan Sembako ke PKL

"Belum ada sekarang. Rencana dibelikan lagi (router). dijalani aja. Ya jangan semena-mena," pungkasnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Karyawan Warkop Toef Coffee bernama Ali. Pihaknya mengaku, beberapa kali didatangi aparat gabungan dalam operasi yustisi penegakan kedisiplinan prokes.

Namun, selama operasi yustisi, tidak ada prosesi penyitaan inventaris warkop dalam bentuk apapun. Petugas hanya melakukan imbauan kepatuhan prokes seraya menindak para pengunjung warkop yang kedapatan tidak memakai masker secara benar.

"Saya buka jam 4 subuh. Siasatnya kami ikuti aturan pemerintah aja, daripada ruwet nanti," ungkapnya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkot Surabaya, Eddy Christijanto mengaku, pihaknya sudah menyita beberapa KTP warga yang kedapatan melanggar prokes, termasuk sejumlah warkop yang ditengarai melanggar aturan jam malam, selama operasi yustisi kurun waktu 12 hari pelaksanaan PPKM Darurat.

Hanya saja ia belum merinci secara pasti jumlahnya, dan berjanji akan melansir jumlah temuan selama patroli yustisi tersebut beberapa hari ke depan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved