Breaking News:

Berita Kabupaten Kediri

Kasus Aktif Covid-19 Baru di Kabupaten Kediri Tembus 523 Orang, Tertinggi Kedua se-Jawa Timur

Kasus aktif Covid-19 baru di Kabupaten Kediri tembus 523 orang dalam sehari, jadi yang tertinggi kedua se-Jawa Timur.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Farid Mukarrom
PPKM Mikro Lockdown di Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kasus aktif Covid-19 (virus Corona) baru di Kabupaten Kediri tembus hingga 523 orang dalam sehari.

Jumlah 523 ini menjadi yang tertinggi kedua se-Jawa Timur dalam kasus aktif harian baru pada Rabu (14/7/2021).

Selain itu jumlah 523 ini menjadi yang pertama kasus aktif tertinggi selama masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Kediri.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana terus mengajak masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan.

"Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini tembus di angka luar biasa. Ayo dulur-dulur ning omah wae (ayo saudara-saudara di rumah saja)," ungkapnya dalam akun Instagram pribadinya.

Masih kata Dhito, sapaan akrab Hanindhito Himawan Pramana, dengan mematuhi protokol kesehatan, maka akan membantu beban tenaga medis yang berjuang menyembuhkan pasien Covid-19.

"Lindungi diri sendiri, lindungi keluarga dan ikut bantu tenaga kesehatan kita," jelasnya.

Sementara itu, Camat Ngasem, Ary Budianto bersama Danramil Gampengrejo dan Kapolsek Ngasem kembali gencarkan sosialisasi protokol kesehatan.

Baca juga: Warga Menggelar Doa Bersama Setelah Portal Penutupan Isolasi Mandiri di Tamanan Kota Kediri Dibuka

"Kita mensosialisasikan sejumlah warung di Ngasem sini dalam rangka masa PPKM Darurat untuk tak menyediakan makan di tempat," ujarnya, Kamis (15/7/2021).

Langkah itu dilakukan sebagai cara preventif untuk mengurangi kasus Covid-19 di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Terlebih, kasus Covid-19 di Kecamatan Ngasem pada Rabu (14/7/2021) terdapat tambahan sebanyak 125 orang.

"Kalau kerumunan ini tak ada di warung, maka kita bisa menekan kasus Covid-19," ungkapnya.

Selain itu, Ary Budianto dengan tegas menyampaikan tak akan segan menutup warung yang masih melanggar aturan PPKM Darurat.

"Sudah ada dua warung yang kita beri peringatan kedua. Kalau masih dilanggar yang ketiga kalinya akan kami tutup selama PPKM Darurat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved