Breaking News:

Berita Kota Batu

Warga Kota Batu 'Kurangi Aktivitas di Luar Rumah', Kasus Positif Covid-19 Tembus 2000 Per Hari Ini

Jumlah orang yang terinfeksi virus Corona di Kota Batu tembus 2001. Jibir Gugus Tugas Ony Ardianto wanti-wanti kurangi aktivitas di luar rumah.

Penulis: Benni Indo | Editor: Hefty Suud

“Apabila ditinjau dari indikator ketersediaan layanan kesehatan bagi pasien Covid-19, Kota Batu masuk zona merah atau risiko tinggi karena hari ini tempat tidur mencapai 100%. Artinya kapasitas layanan RS tidak lagi mampu untuk menampung pasien suspek atau konfirm Covid-19,” ujar Ony.

Sementara itu, kebutuhan oksigen bagi pasien terus meningkat. Sedangkan pasokan sangat tipis.

Kejaksaan Negeri Batu mengambil langkah bantuan yakni dengan cara mengubah mobil tahanan sebagai sarana mengangkut tabung oksigen yang kosong di RS Karsa Husada sebanyak 98 buah tabung besar.

Tabung itu dikirim ke Samator di Kota Malang untuk diisi. Setelah itu, diantar kembali ke Kota Batu.

Baca juga: Ribuan Warga Ikuti Vaksinasi Covid-19 di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Dandim: Jangan Takut Divaksin

Kepala Kejaksaan Negeri Batu, Supriyanto mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi akan kurangnya kebutuhan pasokan oksigen di RS Karsa Husada.

Persedian oksigen di Rumah Sakit Karsa Husada hampir habis, sedangkan dari pihak distributor belum bisa mengirim persediaan oksigen karena tidak ada armada untuk mengirim. Kejari Batu lalu menawarkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan oksigen.

“Saya bersama Kasi Intel dan dibantu Kepala Desa Pandanrejo, Abdul Manan wakil dari Asosiasi Kepala Desa dan Lurah Kota Batu turun langsung ke lokasi untuk memastikan kendala tersebut teratasi dengan cepat. Ada dua kendaraan, satu dari Kejari Batu dan satunya dari kepala desa,” kata Supriyanto.

Supriyanto menegaskan bahwa Kejari Batu adalah bagian dari pemerintah yang turut serta menyukseskan PPKM Darurat di Kota Batu. Kebutuhan oksigen sangat penting bagi pasien pengidap Covid-19.

“Hal ini sangat penting karena menyangkut keselamatan pasien dan kesehatan masyarakat, kalau tidak segera diatasi maka akan berdampak buruk bagi perawatan pasien di rumah sakit tersebut, khususnya pasien Covid-19,” terangnya.

Pelaksanaan PPKM Darurat akan berlangsung hingga 20 Juli 2021. Supriyanto mengajak masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan karena penularan terjadi akibat mobilitas orang.

Berita tentang Kota Batu

Berita tentang virus Corona

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved