Breaking News:

Berita Kota Malang

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM Selenggarakan 'PPKM' di Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM menggelar Pengembangan Pariwisata Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang atau PPKM.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Salah satu sudut pemandangan di Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang, Kota Malang, 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat di Malang Raya tidak membatasi upaya sejumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi Public Relation 3 Event Management, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Heritage Kajoetangan Malang untuk berkegiatan dan mengembangkan kreativitas.

Baru-baru ini, mereka mengadakan kegiatan Pengembangan Pariwisata Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang atau disingkat PPKM.

Kegiatan tersebut merupakan forum diskusi dengan beberapa pihak internal kampung seperti Pokdarwis, Karang Taruna, PKK, pelaku UMKM dan perwakilan dari empat RW yang tergabung dalam Kampoeng Heritage Kajoetangan Malang.

Idham Izzuddien Ghifari selaku Ketua Pelaksana mengatakan, kegiatan PPKM tersebut diadakan secara online dengan tema diskusi yang berbeda.

“Di hari pertama, diskusi mengusung tema 'Rekonsolidasi dan Penguatan Komunikasi Internal Kampoeng Heritage Kajoetangan' dengan mengundang Tri Sulihanto atau yang akrab disapa Mas Aan, Sekjen East Java Ecotourism Forum & Founder Malang Travelista, sebagai pemateri,” ujar Idham, Kamis (15/7/2021).

Diterangkannya, diskusi itu menekankan pentingnya perencanaan pariwisata yang terukur dan sustainable serta kelembagaan yang baik untuk menunjang pengelolaan wisata di Kampoeng Heritage Kajoetangan.

Dalam menjalankan pariwisata, dibutuhkan Kelompok Kerja Lokal Pariwisata (KKLP) yang menjadi wadah koordinasi dan komunikasi pemangku kepentingan di desa ataupun tujuan tempat wisata.

“Dalam diskusi tersebut, peserta kegiatan juga sepakat bahwa pariwisata menjadi salah satu cara alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan dan melindungi warisan sejarah yang terdapat di Kampoeng Heritage Kajoetangan itu sendiri,” terangnya.

Baca juga: Dinas Pertanian dan Pangan Kembangkan Demplot di 6 Desa Trenggalek agar Punya Daya Tarik Wisata

Partisipasi masyarakat juga menjadi poin yang sangat penting. Pasalnya, kegiatan pariwisata berbasis masyarakat menggunakan aset publik dalam pelaksanaannya.

Kegiatan itu juga membahas strategi branding pariwisata di tengah pandemi Covid-19 (virus Corona) yang disampaikan Strategic Planner of Anagata Kreatif Consultant, Arum Martikasari. Ia berpendapat, syarat utama untuk mengembangkan pariwisata harus memenuhi empat pilar yaitu atraksi (attraction), akses (accessibility), fasilitas khusus (amenity) dan pelayanan tambahan (ancillary). Penting juga menggali warisan yang ada di tempat wisata, sehingga akhir dari perjalanan pengembangan wisata akan membuat pengalaman yang tidak terlupakan bagi wisatawan, khususnya di Kampoeng Heritage Kajoetangan.

Anggota Pokdarwis divisi UMKM, Sri Arniati mengatakan, Kampoeng Heritage Kajoetangan sudah bisa memenuhi keempat pilar tersebut. Hanya saja, tinggal bagaimana mengelolanya dengan manajemen yang baik.

“Tentunya melibatkan warga masyarakat serta memanfaatkan budaya lokal yang ada,” jelasnya.

Sri berharap, kegiatan serupa dapat diselenggarakan kembali di kemudian hari karena penting untuk bahan branding wisata Kampoeng Heritage Kajoetangan. Apalagi di tengah situasi pandemi seperti saat ini, upaya untuk tetap bertahan jangka panjang sangat penting bagi pelaku usaha pariwisata.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved