Breaking News:

Berita Nganjuk

ASN Nganjuk Diingatkan untuk Lakukan Pemutakhiran Data Mandiri melalui Aplikasi MySAPK

Badan Kepegawaian Nasional (BKN) meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat pimpinan tinggi (PTT) Non ASN untuk melakukan pemutakhiran da

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Amru
Para ASN Pemkab Nganjuk yang juga akan diwajibkan BKN untuk melakukan pemutakhiran data mandiri melalui aplikasi MySAPK. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Badan Kepegawaian Nasional (BKN) meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat pimpinan tinggi (PTT) Non ASN untuk melakukan pemutakhiran data mandiri (PDM) dengan aplikasi MySAPK.

Hal itu dilakukan untuk mendapatkan data ASN yang akurat, terkini, dan terintegrasi dalam rangka mendukung terwujudnya satu data ASN.

Kepala Sub Bidang Dokumentasi dan Informasi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nganjuk, Myke Noor Ariani mengatakan, terkait  pelaksanaan pemutakhiran data ASN di Kabupaten Nganjuk tersebut, pihaknya telah mengirim Surat Edaran (SE) kepada seluruh instansi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk.

Surat tersebut tertanggal 14 Juli 2021. Sedangkan jadwal pemutakhiran data pada aplikasi MySAPK Kabupaten Nganjuk, dimulai 12 September 2021 hingga 11 Oktober 2021.

Untuk sementara pada Juli hingga Agustus 2021 para ASN hanya dapat melakukan login pada aplikasi MySAPK.

"Selanjutnya pemutakhiran data baru akan dilaksanakan pada bulan September 2021. Semua riwayat dalam PDM wajib diisi dan diunggah data yang terakhir saja. Kecuali riwayat keluarga harus diisi lengkap. Dan riwayat SKP dua tahun terakhir," kata Myke Noor Ariani, Jumat (16/07/2021).

Ditambahkan Myke Noor Ariani, berdasarkan keputusan BKN Nomor 87/2021 telah disampaikan apabila ASN dan PPT Non-ASN tidak melaksanakan pemutakhiran data mandiri melalui MySAPK pada periode yang telah ditentukan, maka pelayanan manajemen kepegawaian yang bersangkutan tidak akan diproses.

"Jadi semua ASN wajib mengisi pemutakhiran datanya di aplikasi MySAPK. Pengisian data pemutakhiran tersebut terkait dengan proses selanjutnya," ucap Myke Noor Ariani.

Kedepan, imbuh Myke Noor Ariani, BKN juga akan membuat Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg) yang terpusat. Dan instansi tidak perlu membuat aplikasi serupa.

"Untuk itu, kami meminta ASN di Kabupaten Nganjuk untuk mendukung dan menyukseskan program pemutakhiran data ASN tersebut," tutur Myke Noor Ariani.

Sepeti diketahui, aplikasi MySAPK merupakan sistem aplikasi pelayanan kepegawaian berbasis Android yang berfungsi untuk memudahkan ASN di seluruh instansi.

Tujuannya agar dapat mengakses data kepegawaiannya. Dimana di dalamnya termasuk data profil ASN, Kartu Pegawai Elektronik (KPE) Virtual, KTP hingga BPJS dan data pribadi lainnya.

Setiap ASN dan PPT Non-ASN cukup melakukan pemutakhiran data dan riwayat pribadinya melalui akses daring ke dalam aplikasi MySAPK dan website yang telah ditetapkan BKN sebagai autentikasi data ASN dan PPT Non-ASN. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved