Breaking News:

Berita Banyuwangi

Mentoring Jagoan Tani Banyuwangi, Pelaku Ekonomi Kreatif: Anak Muda Keren Kalau Geluti Pertanian

Ratusan anak muda yang tergabung dalam program ”Jagoan Tani” Banyuwangi mulai mengikuti fase mentoring. Mereka berasal dari 100 tim yang.....

Penulis: Haorrahman | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/haorrahman
Ipang Wahid, pelaku ekonomi kreatif nasional yang kini menggeluti agribisnis, mentoring Jagoan Tani melalui virtual. 

”Tentukan pula struktur biaya, SDM, aktivitas usaha, partnership, dan customer relationship dari bisnis kita,” ujar Ipang.

Ipang memotivasi anak-anak muda Banyuwangi untuk tidak patah arang dalam berbagai kesulitan usaha.

Ipang pun bercerita bahwa dia telah menekuni dunia bisnis selama bertahun-tahun. Tidak semuanya berjalan lurus sesuai yang direncakana. Jatuh-bangun adalah proses yang biasa dalam dunia usaha.

”Yang penting kita terus berikhtiar, terus mencoba, tidak pernah berhenti belajar, dan selalu membuka diri untuk berkolaborasi,” jelasnya.

Selain Ipang Wahid, mentor lainnya adalah Direktur Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia, Panji Winanteya. Juga ada Dekan Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi Ervina Wahyu dan Luh Putu Suciati dari Pusat Inkubator Bisnis Teknologi LP2M Universitas Jember, serta pakar pemasaran digital Cucuk Rustandi.

Sementara itu, Direktur PT Pupuk Indonesia Panji Winanteya Ruky menyampaikan, pertanian saat ini harus berkiblat kepada “Digital Precision Farming”, sehingga pelaku usaha pertanian bisa mengurangi beban biaya yang dibutuhkan. 

"Pertanian harus mengadopsi teknologi modern. Sehingga bisa diketahui secara pasti detailnya. Misalnya, lahan sebelah mana yang membutuhkan perawatan ekstra. Berapa luas lahan yang butuh intervensi. Tidak semua dipukul rata," katanya.

Panji menyebut, berbagai konsep seperti smart farming, urban farming, maupun precision farming semuanya berkait dengan keterampilan digital.

Dia pun mengapresiasi program Jagoan Tani yang dikembangkan Pemkab Banyuwangi sebagai upaya melahirkan generasi baru di dunia pertanian yang diberi sentuhan digital.

Panji juga memotivasi para peserta Jagoan Tani Banyuwangi. Pertanian bukan lagi sebuah pekerjaan remeh dan kotor. Melainkan peluang bisnis menjanjikan.

"Stigma rendah pasti melekat pada pertanian, tapi jangan salah, dengan adposi teknologi yang tepat ini bisa diubah menjadi peluang bisnis yang luar biasa," katanya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved