Breaking News:

Berita Magetan

Nasi Menok Mbah Rubinah Satu-satunya di Magetan, Menu Berbahan Rempah Favorit Raja-raja Mataram

Mbah Rubinah satu-satunya penjual nasi menok yang ada di Magetan. Menu berbahan rempah-rempah yang dahulu jadi favorit Raja-raja Mataram.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Doni Prasetyo
Penggemar nasi menok mengerubuti Mbah Rubinah, satu satunya yang tersisa penjual nasi menok di Pasar Sayur Mayur di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. 

Dari 400 bungkus itu, ungkap Mbah Rubinah, nasi menoknya hanya sekitar 100 bungkus.

Sisanya lauk pauk pelengkap seperti bothok teri, bothok daun bawang merah, bothok tempe, pelas (kedelai hitam diberi rempah rempah santan), dan gadon (parutan kelapa dibumbui rempah rempah dan daging sapi).

"Kita jualan disini ba'da sholat Ashar (sekitar pukul 15.30) dan sekitar  pukul 16 an, Alhamdulillah sudah habis biasanya. (Praktis Mbah Rubinah jualan hanya 30 menit)," katanya sambil tersenyum.

Baca juga: Cara Kerja Diet 20/20 untuk Turunkan Berat Badan, Lihat Makanan Boleh Dikonsumsi dan yang Dibatasi

Menurut Mbah Rubinah, dulu ada beberapa yang jualan nasi menok, tapi sudah lama tidak lagi terlihat penjual nasi menok itu di Pasar Sayur Mayur Plaosan, Magetan. Kemungkinan penjual yang lain itu tidak punya regenerasi sebagai penerus dinasti nasi menok.

"Sudah lama, penjual nasi menok lainnya berhenti berjualan. Mungkin penjual yang lain itu anak-anaknya tidak ada yang mau meneruskan,"ungkap Mbah Rubinah.

Mbah Rubinah tidak tahu pasti asal usul pasti menu nasi menok itu diturunkan orangtuanya dari mana, yang jelas kedua orangtuanya dulu Nenek Moyangnya berasal dari Surakarta atau Solo.

"Saya hanya mendapat cerita kalau nasi menok itu dulunya menu kesukaan para raja raja Islam di Pajang, Mataram, Surakarta. Karena perang lari kesini (Magetan) masakan nasi menok ini ditularkan bekas juru masak keraton Mataram,"ujar Mbah Rubinah

Keterangan yang dihimpun disekitar Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, akibat perang melawan VOC Belanda, banyak bangsawan dan warga di Kerajaan Pajang,  Mataram, kini dikenal sebagai Surakarta atau Solo itu lari mengungsi sembunyi di wilayah pulau Jawa Bagian Timur (Jawa Timur).

Wilayah pelarian bangsawan dan warga Pajang, Mataram itu kini dikenal sebagai daerah Mataraman, dan Mataraman dibagi menjadi dua wilayah, yaitu Mataraman Kulon (Barat), meliputi Kabupaten Pacitan, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo.

Sedang Mataraman Wetan (Timur), meliputi wilayah Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten/Kota Blitar, dan Kabupaten/Kota Madiun.

Tapi kuliner nasi menok khas raja raja dan bangsawan di keraton Pajang, Mataram itu hanya ada di Kabupaten Magetan. Sedang di wilayah Mataraman Wetan dan Kulon.

Berita tentang Magetan

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved