Breaking News:

Berita Kediri

PPKM Darurat Diperpanjang, Paguyuban UMKM Kabupaten Kediri Mengeluh: Gimana Bisa Dapat Penghasilan

Pemerintah dikabarkan secara resmi memperpanjang kebijakan PPKM Mikro Darurat hingga 31 Juli 2021. Kebijakan ini kemudian ditanggapi oleh sejumlah kel

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/farid mukarrom
Gatot Siswanto Ketua UMKM Kabupaten Kediri saat diwawancarai di Doko Ngasem 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemerintah dikabarkan secara resmi memperpanjang kebijakan PPKM Mikro Darurat hingga 31 Juli 2021.

Kebijakan ini kemudian ditanggapi oleh sejumlah kelompok masyarakat seperti pemilik UMKM Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Ketua Paguyuban UMKM Kelud Mandiri Gatot Siswanto saat dikonfirmasi mengaku sangat kecewa dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

"Kebijakan ini sangat melumpuhkan UMKM, kami mau pengajuan peminjaman hutang kredit sudah tak bisa lagi. Jadi kami sekarang tak bisa lagi beraktifitas (produksi UMKM)," ujarnya kepada SURYA Sabtu (17/7/2021).

Masih kata Gatot sapaan akrabnya bahwa selama kebijakan PPKM, hampir seluruh UMKM di bawahnya tak mendapat penghasilan.

"Gimana bisa dapat penghasilan, pariwisata ditutup, mau kirim barang ke luar kota di cegah. Jadi kita gak ada kegiatan produksi," ungkapnya.

Selain itu Gatot menuturkan selama masa PPKM Mikro Darurat sejumlah UMKM masih ada yang bertahan dengan cara memasarkan di pasar tradisional di Kabupaten Kediri.

"Itu jumlahnya sangat sedikit, yang jual ke Pasar, karena di Pasar Tradisional juga banyak yang sepi," terangnya.

Ketua UMKM Kelud ini menyampaikan seharusnya pemerintah mempunyai kebijakan yang solutif terkait PPKM Mikro Darurat.

"Kita sebenarnya mendukung saja program Pemerintah tetapi jangan ditutup semua. Contoh di Pariwisata ditutup, padahal kita UMKM yang di sana (area wisata) selalu taat dengan protokol kesehatan. Karena kita tahu resikonya kalau gak patuh Prokes wisata ditutup," ucap Gatot.

Diakui Gatot bahwa sebelum ada kebijakan PPKM Mikro Darurat, pihaknya selaku UMKM baru mendapatkan penghasilan dari hari raya Idul Fitri.

"Kita baru saja dapat penghasilan waktu puasa, lebaran dan 1 bulan setelahnya. Namun sekarang ditutup lagi, akhirnya kita tak ada penghasilan lagi," ungkapnya.

Sementara itu Gatot berharap kepada pemerintah agar bisa mengkaji ulang kebijakan PPKM Mikro Darurat ini.

"Kalau memang ada bantuan itu tak membantu kita. Yang jelas sangat membantu adalah kebijakan mengenai UMKM yang bisa berjalan selama pandemi dengan protokol kesehatan ketat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved