Breaking News:

Berita Surabaya

Dilema Pedagang Karangan Bunga di Surabaya, Senang Banjir Pesanan Tapi Sedih Banyak Berita Duka

Di tengah lonjakan kasus penularan Virus Corona atau Covid-19, pesanan tulisan ucapan dalam bentuk karangan bunga di Kota Surabaya naik drastis. 

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/febrianto
Suasana Aktivitas Toko Bunga Panorama Florist, Jalan Kayoon, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Minggu (18/7/2021), tengah menerima banyak permintaan tulisan ucapan dukacita dalam bentuk karangan bunga 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di tengah lonjakan kasus penularan Virus Corona atau Covid-19, pesanan tulisan ucapan dalam bentuk karangan bunga di Kota Surabaya naik drastis. 

Ubed (39), salah satu pemilik Toko Bunga Panorama Florist, Jalan Kayoon, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, mengaku kewalahan, menerima permintaan karangan bunga dari konsumen.

Dalam pekerjaannya setiap hari, ia dibantu istrinya, Ridha (39) bersama kerabatnya, menyelesaikan produksi karangan bunga. Mayoritas permintaan didominasi ucapan duka cita.

"Mulai mengalami peningkatan sejak 10 hari yang lalu. Sebelumnya, permintaan mencapai 4 sampai 5 setiap hari. Sekarang sehari bisa 6 sampai 10 keatas," jelas Ubed, ketika ditemui di lokasi, Minggu(18/7/2021).

Permintaan ini, lanjut Ubed, bukan hanya berasal dari Kota Pahlawan. Melainkan juga dari luar kota. Bahkan, pihaknya juga terpaksa membuat kerangka papan bunga sendiri.

"Kami sering membeli kerangka papan karangan bunga dari pedagang, biar meringkas waktu. Berhubung, orderan pedagang tersebut juga banyak. Maka kami terpaksa membuat sendiri," ungkapnya.

"Karena ditambah dengan pembuatan kerangka papan mandiri. Proses pengerjaan menjadi lebih mundur sekitar 1 jam dari biasanya," imbuhnya.

Kendati menerima banyak permintaan, Ubed merasakan sedih dan menyampaikan duka citanya. Sehingga, Ubed juga berharap pandemi ini segera hilang dari muka bumi. Serta, aktivitas masyarakat kembali normal.

"Kami biasanya pada bulan seperti saat ini menerima banyak ucapan karangan bunga pada acara pernikahan. Justru sekarang sebaliknya," paparnya.

"Permintaan memang banyak dan ramai. Tapi kami sebagai pedagang sedih karena banyak sekali orang yang meninggal," sambungnya.

Ubed mematok tarif pembuatan karangan bunga dari Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta setengah. Ubed juga menerima permintaan baik melalui telepon secara online.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved