Breaking News:

Berita Batu

Kasus Per Hari Turun, Jumlah Tempat Tidur Perawatan di Kota Batu Tidak Lagi 100 Persen

Jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batu per 18 Juli 2021 lebih rendah dibanding hari sebelumnya. Laporan Gugus Tugas Percepatan

Penulis: Benni Indo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Benni Indo
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko didampingi Kepala Dinas Kesehatan Batu, drg Kartika Trisulandari memantau proses vaksinasi warga yang berlangsung di Desa Bumiaji beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batu per 18 Juli 2021 lebih rendah dibanding hari sebelumnya. Laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, ada tambahan 15 orang terkonfirmasi positif Covid-19 per 18 Juli 2021. Sedangkan pada 17 Juli 2021, ada 43 warga yang dilaporkan terinfeksi Covid-19 dalam sehari.

Kini, jumlah akumulasi yang dicatat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu ada 2111 orang. Jumlah kasus aktif ada sebanyak 224 orang. Jumlah orang yang sembuh juga tercatat lebih tinggi dibanding yang terinfeksi, yakni sebanyak 32 orang sehingga totalnya menjadi 1.724 orang. Sementara kasus meninggal dunia tercatat sebanyak 163 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Ony Ardianto menjelaskan, menurunnya jumlah kasus harian juga diiringi dengan menurunnya tempat tidur isolasi yang terpakai. Dalam data yang dicatat, saat ini, ada 110 tempat tidur di ruang isolasi, sedangkan yang terpakai 109 tempat.

“Secara keseluruhan keterisian tempat tidur di ICU dan ruang isolasi di Kota Batu mencapai angka 91.67%,” ujar Ony, Minggu (18/7/2021).

Apabila ditinjau dari indikator ketersediaan layanan kesehatan bagi pasien Covid-19, Kota Batu masuk zona merah. Artinya kapasitas layanan RS tidak lagi mampu untuk menampung pasien suspek atau konfirm Covid-19.

Meskipun ada penurunan kasus, masyarakat diimbau tidak lengah. Pasalnya, Kota Batu masih masuk dalam kategori zona merah atau berisiko tinggi. Klaster keluarga dan perkantoran masih menjadi tempat yang rawan akan penularan.

Ony juga mengatakan bahwa Pemkot Batu terus mengejar kuantitas jumlah warga yang divaksin. Hal ini untuk menciptakan kekebalan komunitas di Kota Batu. Sejauh ini, dari angka ideal 75 persen warga yang tervaksin, angka di Kota Batu belum menyentuh 50 persen.

“Percepatan vaksinasi Covid-19 didukung oleh pihak Polres Batu dan TNI,” terang Ony.

Baca juga: Pria di Gresik Ditemukan Tewas di Tambak seusai Ditabrak Kereta Api

Dikutip dari BBC Indonesia, Sebuah kota di Brasil mencatat penurunan 95% angka kematian akibat Covid-19 setelah hampir semua orang dewasa divaksinasi sebagai bagian dari sebuah eksperimen. Kota itu bernama Serrena dengan jumlah penduduk mencapai 45 ribu jiwa.

75 persen penduduk Serrena telah menerima vaksin Sinovac dosis kedua. Ketika 95% orang dewasa telah menerima vaksinasi penuh, tim peneliti mengatakan bahwa hasilnya menunjukkan angka kematian turun 95%, rawat inap turun 86%, kasus simtomatik turun hingga 80%.

Menurut para peneliti, eksperimen di Serrana adalah yang pertama di dunia. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada kejadian kasus dengan efek samping yang parah dari vaksin, serta tidak ada kematian terkait Covid-19 di antara mereka yang telah divaksinasi 14 hari menyusul suntikan dosis kedua. (Benni Indo)

Kumpulan berita Baru terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved