Berita Madura

Mahasiswa UTM Sosialisasikan Pentingnya Pengembangan UMKM Batik Tulis, Beri Solusi Penjualan Online

Namun, selama ini, penjualan batik tulis di Pamekasan masih menggunakan cara tradisional, yaitu dijual melalui toko dan ke pasar

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Kuswanto Ferdian
M. Salmi (kanan) saat mensosialisasikan penggunaan logo pada kain batik tulis ke pengusaha batik di Desa Larangan Badung, Kabupaten Pamekasan 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Kabupaten Pamekasan, Madura dikenal sebagai daerah penghasil batik tulis.

Namun, selama ini, penjualan batik tulis di Pamekasan masih menggunakan cara tradisional, yaitu dijual melalui toko dan ke pasar.

Sehingga, penjualannya masih terbilang kurang signifikan.

Mengacu pada polemik itu, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggagas sebuah inovasi program tentang pentingnya pengembangan UMKM batik tulis dan pengembangan UMKM yang berbasis teknologi.

Program ini digagas diharapkan bisa meningkatkan penjualan batik tulis milik warga Desa Larangan Badung, Pamekasan.

Sebab desa ini, merupakan salah satu desa penghasil batik tulis di Pamekasan.

Sosialisasi tentang pentingnya pengembangan UMKM batik tulis dan pengembangan UMKM yang berbasis teknologi ini, disampaikan oleh M Salim, Mahasiswa UTM Prodi Manajemen.

Saat mensosialisasikan program itu, ia didampingi rekannya, yaitu Alfamelia Annesya Qilbi Sophia Suyitno dan Ahmad Bahtiar Ibrohim.

Selain itu, juga diawasi Dosen Pembimbing Lapangan, Dewi Muti'ah.

Program tersebut disosialisasikan dalam rangka 'Pengabdian Masyarakat LPPM UTM'.

M Salim menjelaskan, pihaknya menggagas program ini karena kebanyakan pengusaha batik di Desa Larangan Badung saat menjual hasil produksi batik tulisnya masih melalui penjualan ke pasar-pasar.

Selain itu, dalam pembuatan batik tulis, pengusaha batik tulis di Desa Larangan Badung ini juga masih belum memiliki logo produksinya.

Baca juga: Orang Tua Meninggal Terpapar Covid-19, Pemkab Gresik Beri Beasiswa Kepada Pelajar Yatim Piatu

"Mengacu dari polemik itu, saya punya inisiatif untuk memberikan sosialisasi kepada pemilik UMKM tersebut agar pemasarannya bukan dilaksanakan secaa offline tapi juga melalui online," kata M Salim kepada TribunMadura.com, Minggu (18/7/2021).

Menurut Mahasiswa Semester 6 ini, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, bila masyarakat Larangan Badung menjual hasil produksi batik tulisnya melalui offline, otomatis pelanggannya akan menurun.

Saran dia, pemilik UMKM ini punya kesempatan untuk mencoba pemasaran secara online, agar bisa meraup pelanggan yang lebih signifikan.

"Kami juga mensosialisasikan tentang pemberian logo atau stiker pada produksi UMKM batik tulis tersebut, agar dalam produksi ada nama brand produknya," tutupnya.

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved