Berita Banyuwangi

Pantau PPKM Darurat di Banyuwangi, Bupati Ipuk Fiestiandani: Wajib Humanis, Jangan Marah-marah

Pantau pelaksanaan PPKM Darurat di Banyuwangi, Bupati Ipuk Fiestiandani: Wajib humanis dan persuasif, jangan marah-marah.

Penulis: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani melakukan pemantauan PPKM Darurat di Kecamatan Bangorejo, Siliragung, dan sekitarnya, Kamis (15/7/2021) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi rutin melakukan monitoring ke sejumlah titik dalam rangka penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat

Selain pemantauan PPKM Darurat di kawasan perkotaan, satgas juga melakukan pemantauan di seluruh kecamatan. 

"Saya telah instruksikan kepada seluruh camat dan OPD-OPD agar dalam setiap pemantauan PPKM Darurat wajib dilakukan secara humanis, persuasif, dengan senyum, dengan sapa, jangan marah-marah," kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Sabtu (17/7/2021). 

Bupati Ipuk sendiri tampak melakukan pemantauan di Kecamatan Bangorejo, Siliragung, dan sekitarnya, Kamis (15/7/2021) malam. 

Ipuk bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pimpinan kecamatan setempat, melakukan pemantauan.

Warga yang terlihat tidak bermasker dan berkerumun di tempat penjualan makanan-minuman diminta dengan hormat untuk segera pulang. Mereka juga diberi fasilitas swab antigen gratis di lokasi. 

Terdapat 17 orang yang dilakukan swab. Hasilnya satu orang positif Covid-19, dan langsung diarahkan untuk isolasi mandiri, yang nantinya akan dikontrol puskemas setempat. 

Kepada para pemilik warung, Ipuk meminta maaf dan memberikan pengertian agar berjualan sesuai aturan PPKM Darurat sembari memberikan sembako. 

Baca juga: Pemkab Banyuwangi Buka Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 secara Daring, Caranya Mudah

"Saya minta maaf harus ada pembatasan aktivitas masyarakat. Ini situasi sulit. Bantuan ini juga tidak seberapa, dan tidak bisa menggantikan apa yang didapat seperti sebelum penerapan PPKM Darurat," kata Ipuk sambil menyerahkan sembako.

Sembako juga diberikan kepada beberapa orang yang membutuhkan sepanjang pemantauan PPKM Darurat tersebut.

Ipuk mengatakan, pekan depan sembako juga kembali disalurkan kepada pelaku seni, wisata, pengemudi angkutan kota, ojek online, penyandang disabilitas dan warga yang membutuhkan secara umum. Bantuan itu dari Pemkab Banyuwangi dan Kementerian Sosial.

Pemkab Banyuwangi, kata Ipuk, juga kembali menggalang gerakan untuk membantu warung kecil/pedagang keliling/PKL yang jam operasionalnya harus dibatasi pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat 3-20 Juli.

Selain menyiapkan bantuan uang tunai yang masih dalam proses penyiapan keuangan, para PNS di kabupaten tersebut bergerak memborong dagangan warung kecil/pedagang keliling/PKL. 

Ipuk mengatakan, gerakan belanja tiap hari oleh PNS tersebut akan melengkapi bantuan uang tunai kepada ribuan warung kecil/PKL yang sedang disiapkan.

”Bantuan untuk pelaku usaha ultra mikro itu insyaallah minggu depan cair, karena pendataan sudah hampir final. Nanti setiap PKL/warung kecil akan menerima insyaallah Rp 300.000 per pelaku usaha, insyaallah menjangkau ribuan orang,” ujar Ipuk.

”Semoga ini bisa sedikit membantu. Ada PNS yang kompak membantu para pelaku usaha kecil informal, sehingga dagangan mereka laku dan bisa semakin menaati aturan jam operasional selama PPKM Darurat ini,” imbuh Ipuk.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved