Berita Lumajang

Polisi Dalami Penyebab Utama Kecelakaan Karambol di Ranuyoso yang Sebabkan 1 Orang Tewas

Jalur tengkorak Ranuyoso, Lumajang kembali merenggang nyawa. Muhammad Ali Dhofir tewas setelah menjadi korban kecelakaan di jalan nasional, Desa

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
NET
Ilustrasi kecelakaa di Ranuyoso Lumajang 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network Tony Hermawan 

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Jalur tengkorak Ranuyoso, Lumajang kembali merenggang nyawa. Muhammad Ali Dhofir tewas setelah menjadi korban kecelakaan di jalan nasional, Desa Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, pada Sabtu (17/7) petang.

Pria berusia 32 tahun itu sebelumnya mengalami pendarahan parah di bagian kepala. Sayang, usai mendapatkan perawatan di Puskesmas Ranuyoso dan hendak dirujuk ke Rumah Sakit Haryoto korban meninggal dalam perjalanan. Akhirnya pagi tadi (18/7) korban pun dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Wonoayu.

Korban tewas setelah terlibat kecelakaan beruntun melibatkan 6 kendaraan. Kecelakaan itu bermula saat truk fuso yang dikemudikan Samat (61) warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo melaju kencang menuju arah Surabaya.

Sesampainya di jalan menurun, Samat mendahului kendaraan di depannya. Setelah berhasil menyalip, tiba-tiba setir kemudi kendaraan Samat kehilangan kendali. Kendaraannya tetap melaju kencang di jalur kanan.

Bersamaan dengan itu, dari arah Probolinggo datang mobil pikap yang dikemudikan Sudarmanto (43) warga Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Probolinggo. Kedua kendaraan itu akhirnya terlibat adu banteng.

Baca juga: Pendaftaran CPNS 2021 akan Segera Ditutup, Simak Alur hingga Ketentuan Umum CPNS dan PPPK di Sini

Namun, lantaran ukuran mobil pikap lebih kecil alhasil sempat oleng ke kanan. Hingga menyebabkan sayur kubis yang diangkut dari kawasan Tengger itu tumpah berserakan di jalan.

Tak hanya itu, truk fuso yang terlalu kencang itu pun kembali menabrak truk diesel yang dikemudikan Karyoto (68) warga Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Jember.

Karena dua kendaraan itu berbenturan terlalu keras, akhirnya truk diesel menghantam dua pengemudi sepeda motor dan sebuah mobil jenis Panther. Tiga kendaraan itu kebetulan berada di belakang truk diesel.

Akibatnya, satu orang pengendara mengalami luka cukup serius. Ali Dhofir pendarahan parah di bagian kepala hingga menyebabkan dirinya tewas saat menjalani perawatan. Sedangkan penumpang yang dibonceng korban, mengalami luka di bagian tangan dan kaki.

Sebelumnya, polisi sempat menyimpulkan kecelakaan itu terjadi akibat kelalaian Samat, sopir truk fuso. Diduga kendaraan mengalami rem blong hingga menyebabkan kecelakaan karambol.

"Benar olah TKP sementara sempat disimpulkan karena kelalaian pengemudi truk Fuso," kata Kasatlantas AKP Bayu Halim.

Meski begitu, kata Halim, polisi berencana akan melakukan lebih lanjut. Hal itu dilakukan untuk mencari tahu penyebab pasti kecelakaan. Sebab korban yang tewas bukan karena tertabrak langsung, melainkan terdorong kendaraan yang berada di depannya.

Halim menyebut sejauh ini sudah memintai keterangan saksi-saksi, maupun lima orang pengemudi yang terlibat kecelakaan.

"Seluruh pengemudi sudah kami lakukan pemeriksaan, hanya ada satu orang yang kami beri waktu karena masih dalam pengobatan. Yang jelas kami akan percepat pemeriksaannya. Karena korban tewas tidak langsung bersentuhan dengan truk fuso, ini yang masih kita dalami lagi” pungkasnya.

Kumpulan berita Lumajang terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved