Breaking News:

Berita Lumajang

Cegah Pemudik di Hari Raya Idul Adha, Polisi Perketat Penyekatan Perbatasan Masuk Lumajang

Cegah warga mudik di Hari Raya Idul Adha, polisi memperketat penyekatan di akses perbatasan masuk Lumajang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Tony Hermawan
Petugas gabungan saat melakukan pemeriksaan kendaraan di Posko Penyekatan Jembatan Timbang, Klakah, Lumajang, Senin (19/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Jelang Hari Raya Idul Adha, Polres Lumajang memperketat penyekatan akses perbatasan masuk Lumajang.

Tindakan itu diberlakukan sebagai antisipasi pergerakan mudik.

Ada dua ruas jalan raya titik perbatasan yang terus dijaga oleh petugas selama 24 jam. Yakni Pos Jembatan Timbang, Klakah, dan Jatiroto yang menjadi pintu masuk kendaraan dari arah Jember.

Kendaraan yang diizinkan melintas masuk Lumajang adalah masyarakat yang bekerja di sektor kritikal dan esensial termasuk mobil ambulans dan mobil jenazah.

Sedangkan bagi yang non kritikal dan esensial, wajib menunjukkan bukti surat keterangan sudah divaksin Covid-19 dan hasil tes swab terbaru.

Kapolres Lumajang, Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, pengetatan pos penyekatan merupakan antisipasi pemudik lokal. Karena dikhawatirkan, momen Lebaran Idul Adha dimanfaatkan masyarakat untuk mudik alias pulang ke kampung halaman.

"Karena masih dalam rangka PPKM Darurat, perintah pimpinan tiga hari menjelang Idul Adha penyekatan harus lebih diperketat," kata Eka.

Menurut Eka, selama petugas melakukan penjagaan di posko penyakatan belum menemukan masyarakat yang ditengarai pemudik. Jika pun ditemukan, petugas tak segan langsung meminta pengemudi kendaraan putar balik.

Baca juga: Selama PPKM Darurat, Thoriqul Haq dan Bunda Indah Donasikan Gaji untuk Masyarakat Lumajang Terdampak

"Terutama yang kendaraan dari luar kota kami periksa apa membawa surat vaksin, surat tugas perjalanan dan sebagainya. Bahkan jika dicurigai pemudik langsung diberikan sanksi putar balik," terangnya.

Sementara itu, laju penyebaran Covid-19 (virus Corona) termasuk tinggi. Data terakhir jumlah pasien aktif virus Corona mencapai 1.238 orang.

Seiring dengan kasus Covid-19 aktif yang tinggi, Pemda Lumajang bersama Polri dan TNI melakukan penutupan sejumlah ruas jalan dan pemadaman lampu jalan sebagai upaya mengurangi kegiatan masyarakat, terlebih di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

"Mohon tahan diri dulu tidak melakukan berpergian sebab di Lumajang setiap hari kasus meningkat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved