Breaking News:

Berita Lamongan

Takbiran Keliling Dilarang, Ini Petunjuk Teknis Pelaksanaan Salat Idul Adha dan Qurban di Lamongan

Tidak ingin muncul klaster baru, sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 451/14091/012.1/2021 tentang pelaksanaan malam

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar Adi Sagita
surya/Hanif Manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Tidak ingin muncul klaster baru, sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 451/14091/012.1/2021 tentang pelaksanaan malam takbiran, salat Idul Adha dan petunjuk teknis pelaksanaan Qurban 1442 H Tahun 2021 di Jawa Timur saat Pandemi Covid-19 di Jawa Bupati Lamongan  perlu menyosialisasikan dan menginstruksikan seluruh Camat dan Kepala OPD menjadi teladan.

"OPD juga perlu komunikasi sosial kepada masyarakat, menjadi contoh dan teladan bahwa ASN menaati peraturan pemerintah terkait PPKM darurat dan berpedoman pada SE Gubernur Jatim,," ungkap Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi kepada Surya.co.id (TribunJatim Net Work), Senin (19/7/2021).

Menurutnya, Kabupaten Lamongan satu diantara kabupaten di Jawa dan Bali yang masuk dalam wilayah PPKM darurat. Jadi sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Timur, masyarakat Lamongan untuk sementara meniadakan salat Idul Adha di masjid atau lapangan.

Baca juga: Gus Ipul Bagikan Bantuan Beras kepada PKL hingga Tukang Becak di Kota Pasuruan

"Takbir keliling ditiadakan dan dapat dilakukan secara terbatas yakni virtual atau di rumah masing - masing dengan tetap menaati protokol kesehatan,” katanya.

Yuhronur juga mengingatkan,  takbiran tidak harus dengan arak - arakan atau konvoi.

Sementara pada pelaksanaan penyembelihan hewan qurban, kalau memungkinkan supaya dipotong di rumah potong hewan (RPH).

Jika tidak memungkinkan, maka panitia bisa melaksanakan di area terbuka yang luas dan bisa menghindari terjadinya kerumanan. " Ada jaga jarak dan tetap dengan protokol kesehatan, "katanya.

Panitia juga tidak perlu melibatkan pada orang - orang yang tidak punya kepentingan. Waktu pemotongan tiga hari, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah, setiap harinya bisa dilakukan hanya dengan waktu pemotongan 4 hingga 5 jam saja yakni, pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

"Dan perlu diingat, harus jaga jarak pada setiap tahapan, dari pemotongan, pengulitan, pencacahan, penimbangan hingga pengemasan, " ungkap Yuhronur.

Bagaimana pendistribusiannya ? Yuhronur mengungkapkan, dilakukan panitia langsung ke yang berhak menerima atau lewat RT.

Panitia harus mengenakan double masker, bawa hand sanitizer dan sarung tangan karena kontak langsung dengan penerima. " Panitia tetap menyiapkan piranti seperti masker dan disinfektan, " katanya.

Panitia harus membersihkan area penyembelihan dan memakai semua peralatan yang sebelumnya sudah dibersihkan, termasuk menerapkan satu orang panitia satu alat. Dan jika terpaksa memakai alat lain, maka harus dibersihkan terlebih dahulu yakni disinfektan.

Ia berharap, ketentuan itu bisa disosialisasikan ke jamaah di tempat masing-masing.(Hanif Manshuri)

Kumpulan berita Lamongan terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved