Breaking News:

Berita Jatim

Libur Idul Adha, KA Jarak Jauh Hanya untuk Esensial, Kritikal dan Mendesak, Ini Syarat-syaratnya!

Libur Idul Adha 1442 H, kereta api jarak jauh hanya untuk perjalanan esensial, kritikal dan mendesak, ini syarat-syarat yang harus dibawa.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Calon penumpang di Stasiun Gubeng Surabaya yang akan memanfaatkan sejumlah KA yang masih aktif jalan di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya pada masa PPKM Darurat, Sabtu (3/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pada masa libur Hari Raya Idul Adha 1442 H yaitu mulai keberangkatan 20-25 Juli 2021, perjalanan kereta api jarak jauh hanya diperbolehkan bagi pelaku perjalanan yang bekerja di sektor esensial dan kritikal, serta untuk kepentingan mendesak.

“Aturan tersebut mengacu pada SE Kemenhub nomor 54 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan nomor 42 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, Selasa (20/7/2021).

Sesuai Instruksi Mendagri nomor 18 tahun 2021, bidang yang menjadi sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, TI dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, dan industri orientasi ekspor.

Kemudian yang termasuk sektor kritikal adalah kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi, makanan minuman dan penunjangnya, pupuk dan Petrokimia, semen dan bahan bangunan, objek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar.

Pelanggan dari Sektor Kritikal dan Esensial harus menunjukkan:

1. Surat tanda registrasi pekerja, atau

2. Surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat, atau

3. Surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik

Sedangkan yang dimaksud dengan kepentingan mendesak yaitu pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh 1 orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang, dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal 5 orang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved