Breaking News:

Berita Surabaya

Mudik Saat Perayaan Hari Raya Idul Adha di Madura Alami Penurunan

Perayaan Hari Raya Idul Adha melekat dengan tradisi Toron atau istilah mudik bagi masyarakat Madura, Jawa Timur.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Samsul Arifin
Suasana Jembatan Suramadu saat Hari Raya Idul Adha 1442 H 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perayaan Hari Raya Idul Adha melekat dengan tradisi Toron atau istilah mudik bagi masyarakat Madura, Jawa Timur. 

Berbeda dari tahun sebelumnya, banyak masyarakat yang tidak mudik ke pulau garam tersebut.

Hal ini terlihat dari arus kendaraan yang melintas di Jembatan Suramadu. Biasanya, pada perayaan Hari Raya Idul Adha selalu padat. Namun, tahun ini arus kendaraan relatif sepi. 

Dari pantauan di lapangan, jalur kendaraan baik R2 maupun R4 lengang pada Selasa, (20/7/2021) siang tadi. 

Meski begitu, Forkopimda Jatim tetap melakukan antisipasi untuk mencegah membludaknya pemudik yang ‘toron’ ke Madura

Pengendalian di Suramadu pun tetap dilakukan dan ditinjau langsung Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Wakil Kepala Polda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, dan Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan.

Emil mengatakan, pengendalian arus lalu lintas dirasa penting. Mengingat, tren kenaikan kasus Covid-19 terjadi pada saat arus besar mudik. Momen tersebut mengakibatkan kemacetan dan kerumunan. 

"Ada atensi yang sangat tinggi terhadap risiko apabila ada mobilitas. Maka, belajar dari pengalaman tahun lalu, kami memantau langsung di lapangan pada jam-jam di mana orang-orang biasanya mencoba melanggar," ujarnya.

Baca juga: Bupati Lamongan Jadi Imam  Solat Jamaah Idul Adha di Sini, Ajudan Bertindak Sebagai Khotib

Namun, ia menjelaskan, bahwa dirinya sangat senang melihat adanya perubahan yang cukup signifikan dalam tren antrian lalu lintas menjelang Lebaran Idul Adha

Sebab, dari data Ditlantas Polda Jatim, terjadi penurunan 70 persen dibandingkan tahun lalu. 

"Ada berita tentang warga ‘toron’ yang memenuhi Jembatan Suramadu. Tapi kenyataan di lapangan sekarang tidak demikian. Bukan berarti tidak ada yang ‘toron’. Tentu ada, tetapi kita sudah memenuhi komitmen bahwa mereka yang diaglomerasi, mereka yang ingin mencari nafkah tidak dihalangi," tandasnya.

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved