Breaking News:

Berita Malang

Forkopimda Kota Malang Ciptakan Program Sama Ramah Trauma Healing Korban Covid-19

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang ciptakan inovasi baru. Inovasi itu bernama program Sama Ramah Trauma Healing Korban Covid-19

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim/kukuh
Wali Kota Malang, Sutiaji saat memberikan rompi kepada psikolog, sebagai bentuk simbolis peresmian program Sama Ramah Trauma Healing Korban Covid 19, Rabu (21/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang ciptakan inovasi baru. Inovasi itu bernama program Sama Ramah Trauma Healing Korban Covid-19.

Progran itu diresmikan langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji di halaman Mapolresta Malang Kota, pada Rabu (21/7/2021) pagi.

Dalam kegiatan peresmian tersebut, juga dihadiri oleh Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto dan Dandim 0833/Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona.

"Dalam program ini, terdiri dari psikolog yang akan memberikan pendampingan pada saudara saudara kita yang menjadi korban Covid 19. Karena kan ada saat ini saudara kita yang terpapar Covid, yang sedang cemas. Pengalaman saya sendiri saat terpapar Covid, berhalusinasi makam, jenazah dan orang orang tua yang telah meninggal itu menghantui kita. Kalau itu terus menghantui, imun dan semangat hidup akan turun. Sehingga, perlu adanya pendampingan," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji kepada TribunJatim.com, Rabu (21/7/2021).

Tidak hanya pendampingan psikologis kepada warga Kota Malang yang terpapar Covid, pihaknya juga memberikan pendampingan psikologis kepada warga yang telah sembuh dari Covid 19.

"Saudara saudara kita yang pasca terpapar Covid, jangan berharap dirinya sakti dan sudah bagus. Tetap prokesnya harus dikuatkan. Selain itu, ada yang pasca terpapar, ditinggal oleh keluarganya dan terus merenung. Sehingga, perlu ada penumbuhan  semangat hidup," jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak mungkin tenaga psikolog untuk program tersebut.

"Dari Polresta sebanyak 17 orang, Poltekkes sebanyak 6 orang dan dari Pemkot sebanyak 15 orang. Kami juga akan menggandeng perguruan tinggi yang memiliki fakultas psikologi. Kita ajak gabung bersama sama," terangnya.

Untuk mekanisme pendampingan psikologis tersebut, bisa dilakukan dengan mendatangi langsung ke lokasi atau dilakukan secara virtual.

"Bisa datang langsung ke lokasi, atau bisa secara virtual melalui video call. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan literasi dan pemahaman keapda masyarakat bahwa kena Covid itu bukanlah aib. Justru orang yang berkata jujur, dirinya terpapar Covid adalah seorang pejuang. Kenapa bisa dikatakan pejuang, agar orang lain tidak terpapar," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved